Siang itu terik ...
Teng jam istirahat makan siang, saya buru-buru keluar kantor, langsung naik taksi, dan cuuuus menuju venue tempat satu seminar hari itu diadakan, demi bertemu si Kartini yang satu ini :).
Setelah melewati sedikit macet, tiba di tempat, ternyata yang bersangkutan sudah pergi...
Entah mengapa, mungkin hari itu Tuhan Maha Baik sedang ingin menguji keteguhan kami berdua...
Setelah tidak berhasil ketemuan di venue seminar, saya pun beraksi dengan semua alat dan media komunikasi. Whatsapp, telpon dan FB, yang sejatinya menjadi media penyambung rendez-vous, belum berhasil menemukan kami berdua. Bahkan saya sempat tanya di salah satu group ada yang tahu ngg ke mana gerangan ibu cantik satu ini. Setelah hampir 40 menit menunggu tak jelas dan komunikasi tidak berhasil, saya pun naik taksi menuju kantor. Dilalahnya, dan untungnya, belum jauh taksi berjalan, pesan pun masuk untuk bilang bahwa kita akan ketemuan di salah satu mall yang baru saja saya lewati.
Yeees...akhirnya...taksi pun berbalik dan setelah sampai di mall, akhirnyaaaa...aku pun bisa ketemu langsung dengan emak mungil nan cantik yang satu ini di toko mainan ...ngobrol cantik sambil berselfie ria, di tengah keasyikannya memilih mainan-mainan yang edukatif untuk putri kecilnya.
| kopdar yang nyaris bataaal :D... |
Btw, ini intro panjang ajaaa yaah :))....
Tapi saya memang keukeuh janjian ketemu karena saya punya satu janji pada sosok penuh inspirasi ini.
Sosok yang mencuri perhatian saya.
Karena semangatnya, karena cita-citanya, karena tekad bajanya...
Punya semangat tinggi dan selalu ingin berbagi.
Lucu imut berponi namun penuh kasih suci.
Bak pinang dibelah dua dengan sang belahan hati Ubii.
Sudah tau kan siapa dia?
Dia adalah Gracie Melia...
Biasa dipanggil mak Gees oleh kita-kitaa..atau mommy Ubii...
And this is how she described herself on twitter..
![]() |
| foto ini juga dipinjam dari blog Gracie Melia |
Dengan dua blog yang diasuhnya, http://letters-to-aubrey-with-rubella.blogspot.com/ dan http://gimmegaiety.blogspot.com/, Ges banyak berbagi cerita yang bermanfaat, terutama tentang pengalamannya menjadi ibu dari seorang anak yang menderita Congenital Rubella Syndrome.
![]() |
| foto ini dipinjam dengan penuh cinta dari blog Gracie Melia |
Kondisi Ubii yang luar biasa dan membutuhkan perhatian khusus disampaikan Gracie dengan proporsional sehingga siapa pun yang membacanya pasti salut dengan keteguhan hati dan cinta tak terbatasnya untuk sang putri. Dan semua ini yang membulatkan tekadnya untuk selalu berbagi, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Menjadi pelita yang membawa harapan...
![]() |
| salah satu ruang cantik Ges berkarya.. |
Buat saya, Mak Ges adalah Kartini masa kini, yang menjalani kisah hati penuh makna dan cinta dengan keluarga kecilnya, sambil terus berbagi cahaya bagi orang lain.
Saya salut dengan semangatnya untuk menyebarluaskan informasi mengenai bahaya TORCH dan mendirikan Rumah Ramah Rubella (RRR). Bukan hanya informasi mengenai bahaya virus Rubella bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya, tapi juga lengkap dengan cara menghindarinya, apa yang harus dilakukan jika terjangkit, berbagai tips penting bagi orang tua dengan anak-anak tercinta yang terkena sindrom ini serta bahu-membahu mengadvokasi masyarakat luas pentingnya hal ini. Ges yang ahli berbahasa Inggris banyak menerjemahkan bahan-bahan penting tentang TORCH ke bahasa Indonesia.
Jangan salah...meskipun untuk beberapa orang isu ini terdengar sangat familiar, namun jauh lebih banyak orang tua atau calon orang tua yang tidak tau, tahu sedikit, atau bahkan meremehkan bahaya Torch.
Dan Ges, dengan berkaca pada pengalamannya, bijak berbagi agar anak-anak yang terkena dampak virus TORCH bisa berkurang atau bahkan tidak ada lagi...
Sharing experiences is indeed one of the most effective tools one can do in order to spread valuable information and bring impacts to the ground. And Gracie Melia has done, and I bet she will continue doing, it well.
Tegas, straight to the point, dan mencerahkan.
Coba klik cerita berbalut informasi dan advokasi yang sangat berguna untuk kita semua di sini http://gimmegaiety.blogspot.com/2014/03/seminar-advokasi-penganggaran-screening.html
Atau baca curahan hatinya yang juga mencerahkan (warning: dan menguras air mata bahagia penuh cinta) di sini http://letters-to-aubrey-with-rubella.blogspot.com/2013/11/dear-mommys-19-mo-daughter.html
Begitu banyak coretan hati yang bisa menjadi sumber inspirasi dari perempuan mungil ini...seperti yang saya kutip dari salah satu postingannya:
"...Ibu selalu bangun dari sedan dan sedu.
Ibu selalu bangun dari caci dan maki orang-orang yang menghakimi Ibu.
Ibu selalu bangun tak peduli Ibu sudah jatuh berapa kali pun dalam hidup Ibu.
Hanya itulah yang bisa Ibu wariskan padamu.
Kemauan untuk selalu bangkit dari apa yang menjatuhkanmu..."
Seperti Kartini ....yang semangatnya terus mengajak perempuan Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan...
Tidak salah kalau Gracie masuk sebagai salah satu dari 50 finalis Srikandi Blogger 2014 dan tampil memukau di salah satu episode Kick Andy. Bukunya, Letters to Aubrey kini siap terbit dan Ges pun banyak tampil sebagai pembicara untuk isu TORCH. Dan yang membanggakan, ia pun terpilih sebagai salah satu finalis Kartini Next Generation Award 2014, yang menjadi contoh teladan woman as an agent of change.
Kalau kata Ges:"Mengutip kata Dee Lestari, hidup ini indah meski tak selalu mudah." Dan api semangat dalam dirinya mampu taklukan segala cobaan dan tantangan. Mendobrak kungkungan, stigma dan labelisasi orang tanpa mengasihani diri sendiri. Haus ilmu namun tidak pelit berbagi...
Dalam diri Gracie Melia, ada pelita yang tak pernah padam...
Seperti semangat Kartini yang tak lekang oleh waktu...


























