Showing posts with label the Frakarsas. Show all posts
Showing posts with label the Frakarsas. Show all posts

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - part 6 Makkah

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Welcome back to indahnuria.com and here we go again continuing our journey in Madinah and Makkah. It has been an amazing journey and I intend to share this experience 




Melanjutkan perjalanan umroh kami, tanggal 18-23 Mei 2025 lalu, kami stay di Mekkah dan in sya Allah berniat untuk fokus ibadah, menikmati mataf yang memang dekat dari tempat kami menginap.

Tiba di Makkah, hati betul - betul terasa nyeees... Susah menggambarkannya. Antara campuran haru, bahagia, sedih, takut pada-Nya dan bersyukur tiada henti. Air mata itu menetes tanpa disadari, bahagia and totally grateful atas nikmat-Nya. Sejak menjejakkan kaki pertama di kota ini, melihat Masjidil Haran dan pelatarannya, hati ini sudah campur aduk.



Jangan ditanya saat mata melihat Ka'baah untuk pertama kalinya. Takbir, doa Bahkan sampai sekarang, saat saya menuliskan pengalaman ini, mata saya terus basah

Setelah perjalanan darat dari Madinah ke Mekkah dengan menyewa mobil dan menyetir sendiri (baca part sebelumnya, on the way to Makkah) , akhirnya kami tiba di Mekkah menjelang sholat maghrib.

Alhamdulillaaah kami sempat umroh 3 kali dan tawaf Sunnah 3 kali. Kami mengambil miqat di Tan'im dengan menggunakan taksi dari bawah Clock Tower (dekat supermarket Danube). 

The multazam 

Dengan taksi hijau maupun taksi 'tembak' semua minta SAR 50 untuk pp dan ditunggu saat kita selesai sholat, niat dan berihram. Beberapa meminta kita agak bergegas dan mereka mengantarkan kami kembali di tempat yang sama.  Rata- rata supirnya ingin kita cepat selesai dan segera kembali ke Masjidil Haram supaya mereka bisa mengambil penumpang yang lain sepertinya. Ada yang ramah, ada yang tidak mengerti bahasa Inggris sama sekali. Jadi memang supirnya beragam. Saya pernah coba tawar SAR 40 PP tapi mereka ngga mau dan bersikukuh SAR 50. 

Hanya pada-Mu ya Rabb

Kami memutuskan untuk menikmati Mekkah dan sekitarnya saja dulu dan tidak ambil tur ke Thaif. Rencananya akan kita lakukan saat kembali ke sini bersama anak - anak in sya Allah di umroh berikutnya. Doakan yaaaa.


Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - part 7 Jeddah

Jeddah at the Corniche

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Welcome back to indahnuria.com and here we go again continuing our journey in Madinah and Makkah.


Izin ya melanjutkan cerita perjalanan umroh kami, tanggal 18-23 Mei 2025 yang telah lalu namun rasanya akan selalu kami kenang. As I have shared before, kami stay di Mekkah dan alhamdulillah, niat kami berdua untuk fokus ibadah, menikmati mataf yang memang dekat dari tempat kami menginap, dikabulkan dan dimampukan oleh-Nya.

berat rasanya meninggalkan Ka'bah 



Setelah 6 hari berada di Mekkah, akhirnya kami pun harus bersiap-siap kembali ke Jakarta. Berat rasanya hati untuk meninggalkan rumah-Nya, namun kami sadar bahwa kita harus kembali ke tanah air, kembali ke keluarga tercinta dan berbagai tanggung jawab yang kita miliki dan tentu saja seraya menyelipkan doa agar bisa segera kembali menjadi tamu-Nya.

Tanggal 23 Mei 2025,  kami pun check out dari Hotel Al Safwah Tower 1 usai sholat dzuhur, jadi sekitar jam 2 siang. Alhamdulillah kita bisa mendapat kesempatan untuk late check out. 


aneka barang yang bisa dibeli di Pasar Kakiyah

Kami dijemput teman - teman dari KJRI Jeddah dan on the way ke Jeddah, kami sempat mampir ke Pasar Kakiyah, yang digadang sebagai 'Tanah Abang' a la Mekah. Kami mampir ke tempat yang agak baru, bukan Pasar lamanya jadi memang seperti mall begitu. Berbagai barang oleh - oleh memang banyak yangg dijual grosiran, seperti siwak, aneka tasbih, gantungan kunci, magnet kulkas, bonek, lisptik, bahkan parfum, khususnya yang kecil - kecil. Jadi harganya memang lebih murah dari eceran di toko - toko suvenir di Mekah dan Madinah. Di sini juga ada Restoran Nusantara yang menjual makanan khas Indonesia. 

Saya dan suami tidak terlalu lama di Pasar Kakiyah, karena memang kami sudah cukup banyak belanja di Mekah dan Madinah sebelumnya. Namun demikian, kami sempat membeli sajadah yang bisa ditambahkan nama untuk tambahan saudara - saudara di tanah air, plus satu bax besar siwak, 2 boxes perfume oil dengan wangi musk, parfum tambahan 2 lusin tasbih, pouches kecil dan juga boneka onta untuk Nadine. Ternyata jadinya banyak juga yaaa hahaha. Dengan jumlah saudara dan teman yang cukup banyak di tanah air, saya dan suami jadi menambah belanjaan saat di pasar Kakiyah


you can also get this in Kakiyah Market

Well, di tanggal 23 - 24 Mei  2025, kami pun sepakat untuk eksplorasi Jeddah, melihat lebih banyak kota Jeddah yang penuh dengan berbagai peninggalan sejarah namun juga menjadi hub dari kehadiran berbagai warga negara asing, serta perwakilan negara yang memiliki kantor konsulat jenderalnya di sini. Kami menikmati jalan - jalan ditemani mba Vivi, istri rekan Joneri, diplomat handal teman kami yang sedang bertugas di KJRI Jeddah. 

foto sejenak di KJRI Jeddah


Alhamdulillah kami menyusuri promenade, atau Corniche, yang memnag cantik, bersih, dan well developed. Walaupun saat itu kami keluar di pagi hari dan matahari sudah lumayan terik, tapi kami menikmati suasana di Corniche. 


Saya yang mencintai laut menikmati sekali pemandangan di sepanjang pantai yang airnya jernih dan banyak ikan - ikan yang berenang di dalamnya. Saya juga bisa melihat dasar laut dengan jelas.


air lautnya jernih dan bersih ya!

jadi walaupun panas, kami tidak henti - hentinya berjalan dan berfoto di sana - sini, menikmati Corniche di kota Jeddah.


Selain itu, kami juga mengunjungi Al Balad, kota tua yang ada di Jeddah, sekaligus tempat belanja (lagi). Di sini kami menambah persediaan coklat, kurma, oleh - oleh kecil serta parfum! Untung koper masih muat dan alhamdulillah kami bisa membawa 3 x 30 kg barang! 


Siang hari setelah menikmati Corniche dan juga Al Balad, kami pun mampir ke restoran Indonesia yang ternayata memang banyak terdapat di sana. Kami mampir ke Restoran Garuda yang memang makanannya otentik karena pemilik dan chef-nya orang Indonesia. Menunya lumayan banyak dan semuanya enak. Kami memesah ikan goreng dan ayam goreng lengkap dengan nasi, sambal dan lalap. Plus tempe goreng dan bakwan. Sooo yummy, alhamdulillah. Sungguh penutup kunjungan ke Jeddah yang unforgettable.


Alhamdulillaaah perjalanan pulang ke Jakarta juga berjalan lancar. Kami sempat menikmati lounge Turkish airlines di terminal internasional Jeddah, juga di Istanbul. Dan kita landing di Jakarta disambut Obi, putri kami tercinta, dan mamaku. Masya Allah, bahagia pulang ke rumah dan betul - betul menjadi perjalanan yang mencerahkan jiwa kami. Semoga rezeki dan rahmat-Nya membawa kami kembali ke tanah suci segera ya. Aamin allahumma aamiin..

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Lebaran Telah Tiba - Warna - Warni Idul Fitri 1447H

Eid Mubarak, everyone!


Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Penghujung Ramadan telah tiba dan tibalah hari kemenangan, Hari Raya Idul Fitri! 

Alhamdulillah, setelah menempa diri, jiwa dan raga, dengan berbagai ibadah dan kebaikan untuk mendekatkan diri pada-Nya. akhirnya hari yang ditunggu pun tiba.

Lebaran selalu identik dengan waktu berkumpul bersama keluarga tercinta. Tahun 2026 ini kami The Frakarsas memutuskan untuk merayakan Idul Fitri di Lampung. Alhamdulillah ada flexible working arrangement yang diberikan kantor dan kita pun menikmati 5 hari terakhir puasa di Lampung sampai Lebaran hari kedua sebelum kembali ke Jakarta. 

Selama di Lampung, senang sekali rasanya kami bisa kumpul dengan keluarga dan teman - teman masa kecil. Bahagia banget bisa sempat juga mini reuni dengan teman - teman dari kampus, teman SMP dan juga SMA. Saya dan suami baru sadar bahwa ternyata sudah lumayan lama kami tidak bertemu dengan teman - teman ini. It was fun indeed. 

berkumpul bersama teman - teman adik kelas saat SMP dan SMA

Seperti biasa, kami tinggal di rumah keluarga suami saya di daerah Kota Sepang, Bandar Lampung. Selama 5 hari terakhir di penghujung Ramadan, kami melakukan ibadah tarawih di masjid dekat rumah. Praktis sekali dan memudahkan kami semua. Sholat Idul Fitri pun kami lakukan di sana. Sudah lama memang kami tidak pulang ke rumah orang tua. Biasanya hanya mampir di kala jeda weekend karena ada urusan atau pekerjaan, sehingga tidak bisa berlama - lama di Lampung.




Usai sholat berjamaah di masjid dekat rumah untuk merayakan Idul Fitri, kami pun berziarah ke pemakaman keluarga, terutama Papa, Mama dan Bapak mertua, serta kakek nenek dan wak. 

collage photos makam beberapa keluarga kami tercinta

Semoga doa yang terkirim untuk mereka bisa melapangkan kubur mereka dan semoga kelak kami semua bisa berkumpul bersama di surga-Nya.







Kami kembali ke Jakarta di hari kedua Idul Fitri. It was indeed good to be back home dan di hari ketiga Lebaran saya dan suami menghadiri open house yang diadakan oleh Menlu RI di kantor. Again, we were so happy to meet many friends and colleagues from the office, including our bosses. And it was another refreshing session after Ramadhan.

Foto Keluarga 2026, missing abang Bo in Wellington, tapi ada anggota baru, Shiro the cat

Karena masih ada waktu cuti bersama di Jakarta, kami pun ceritanya open house di rumah dengan keluarga besar yang ada di Jakarta. Alhamdulillah saudara - saudara di Jakarta bisa datang dan berkumpul, silahturahmi sekaligus saweran untuk anak - anak yang hadir. Tidak lupa juga sesi foto yang tiada habisnya!



all the girls


more family photos



Ini selalu jadi momen seru yang ditunggu - tunggu, terutama untuk anak - anak yang memang paling heboh saat berbagi saweran ini. Seru melihat wajah - wajah bahagia mereka, sambil tentu saja menikmati makanan - makanan lezat khas Lebaran dan cemilan lainnya.





Kali ini, menu yang aku suguhkan antara lain rendang dan gulai ayam (tapi tanpa ketupat ya, maafkan), bihun goreng, bakso dan pempek (khusus aku bawa dari Lampung lho), bebek goreng lengkap dengan lalapan dan sambalnya. Selain itu, ada lapis legit, kue kering khas lebaran seperti Kaastengel, nastar, putri salju, sus kering keju, kacang goreng, dan aneka kue basah. Saudara - saudaraku bawa Soto Sulung, lapis coklat, dim sum dan masih banyak lagi. Pokoknya untuk urusan makanan, banyak tersedia alhamdulillah!


Well, that's a little story The Frakarsas and the big families have. Semoga kita selalu sehat dan bisa kembali menikmati Ramadhan di tahun mendatang, serta berkumpul dengan keluarga tercinta kita.

See you on the next post and cheers..

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Menikmati Ciwidey dan Mencoba Kasturi Cottage and Glamping

welcome to Kasturi Cottage and Glamping


Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
How's the start of 2026? Hope all is well ya teman - teman. Di liburan awal tahun ini, seperti biasa kami The Frakarsas mencoba untuk menghabiskan waktu bersama. Ceritanya liburan bareng, mumpung Abang Bo lagi pulang ke Indonesia. Well, it becomes quite a tradition for us to spend some times together, whenever it's possible. Karena cuaca yang kurang bersahabat awal tahun 2026 dan juga waktu cuti kami yang tidak banyak, akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke tempat yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Kami mencoba rute Jakarta - Palabuhan Ratu - Ciwidey - Jakarta. Lumayan untuk 4 hari di jalan dengan cuaca yang masih kurang menentu. Padahal biasanya di awal tahun, kami memiliki kebiasaan untuk liburan bersama dengan anak-anak, terutama karena di awal tahun Abang Bo biasanya masih ada di Indonesia sebelum kembali pulang ke Wellington, Selandia Baru. Bismillahirrahmanirrahim, kami pun berangkat di hari Rabu siang menjelang sore. Cuaca sudah mendung - mendung hujan dan kelabu memang. Kami sudah bersiap dengan kondisi ini karena memang waktu yang terbatas membuat kami tidak punya banyak pilihan untuk menunda waktu liburan ini.

Dengan cuaca hujan, kami menempuh perjalanan kurang lebih 6 jam dari Jakarta ke daerah Pelabuhan Ratu. Nanti kita share cerita yang bagian itu, karena saya mau fast forward ke tempat menginap kita di Ciwidey. Boleeeh yaaa...

Welcome to Kasturi Cottage Ciwidey

Kasturi Cottage Ciwidey adalah salah satu resort yang kami coba di area Ciwidey. Ini kali pertama saya datang ke Ciwidey bersama The Frakarsas. Biasanya suami yang bolak - balik ke daerah sini karena sering trip dengan group MTB atau down hill-nya.

Penginapan ini menerapkan prinsip syariah dan menawarkan berbagai tipe penginapan. Saya mendapat 1 kamar tidur cottage yang bisa menampung 4 orang, tipe Rose 2. Ada beberapa tipe kamar lainnya yang juga bisa menampung lebih banyak orang.

Kamar yang kami dapatkan seharga Rp 1.500.000 per malam. Lumayan juga untuk ukuran glamping dan sebenarnya fasilitas kamarnya juga biasa saja. Mungkin karena sedang libur panjang ya sehingga high demand dan banyak yang mencari kamar di tanggal serupa.

the reception area..

Kamarnya sendiri terdiri dari satu ruangan dengan 2 tempat tidur ukuran queen yang bisa menampung 2 orang per tempat tidur. Kasurnya busa dan buat yang memiliki masalah dengan punggung, kasur ini tidak nyaman, karena tidak ada penyangganya. At least that's what my hubby and I felt. Bantal, linen dan selimut tersedia, cukup bersih dan sepertinya masih terbilang baru. Selain kamar dan tempat tidur, kamu juga menikmati TV ukuran 32 inch sepertinya dengan saluran TV lokal yang tidak banyak. Selain itu, terdapat juga rak TV dan rak kecil di antara tempat tidur, serta dispenser dengan fungsi air panas dan air dingin. Saat kami datang dispenser belum ada galon airnya.
Ada kamar mandi ukuran sedang dengan WC duduk dan pemanas air. Air ditampung dengan bak plastik yg ukurannya disesuaikan dengan ruangan. Air dari keran agak berwarna kecoklatan, jadi seperti kurang bersih. Waktu buka air hangat, terasa sekali bau besi atau metal, jadi kurang nyaman dan tidak sehat untuk dipakai sikat gigi, cuci muka atau bahkan mandi. Saya sempat membuka keran cukup lama untuk mencoba menghilangkan bau besi ini tapi tidak begitu terbantu walaupun memang agak berkurang baunya. Tidak ada kopi, teh, atau gula gratis di kamar. Handuk juga belum tersedia saat kami datang. Saat saya minta untuk 4 orang sesuai kapasitas kamar, kami hanya mendapat 2 handuk. Untuk sarapan, kami hanya dapat 2 juga, bukan 4 paket. Sarapan diantar ke kamar masing - masing. Saya sempat WA ke admin agar bisa mendapat sarapan agak awal karena kami harus berangkat lebih pagi juga.

breakfast for 2 - Nasi kuning dengan lauk telur, bihun dan tempe manis
Di sini ada kolam renang. Kami memutuskan untuk tidak berenang karena airnya terlihat kurang bersih. Saya tidak bisa melihat dasar kolam renangnya. Padahal kolam renangnya besar, bagus dan ada perosotan untuk anak - anak. Ada tempat ganti dan toilet juga. Tidak ada informasi berapa meter dalamnya kolam. Semoga next time bisa ditambahkan oleh pihak manajemen untuk alasan keamanan. Saya tidak melihat counter untuk meminta handuk berenang. Mungkin ada tapi saya tidak melihat. Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seperti memanah, berkuda, ATR dan sepeda air. Semuanya dengan biaya tambahan lagi ya dan ada beberapa pilihan. Untuk berkuda misalnya, yang sifatnya fun ride atau hanya 3 putaran biayanya hanya Rp50.000,- Saya juga lihat ada taman kelinci, di mana anak - anak bisa bermain langsung dengan kelincinya. Saya tidak tau apakah harus bayar extra untuk itu atau tidak. Ada juga petik sendiri strawberries. Tapi saat kami melihat pot - pot strawberries-nya, isinya hampir kosong, kecil - kecil dan agak pucat atau mungkin baru dipanen sehingga tidak banyak. Di sekitar area ini, tersedia lahan parkir yang cukup banyak.
Beberapa tempat aksesibel tapi beberapa kamar ada steps atau tangga yang harus dilalui sehingga tidak nyaman untuk pengguna kursi roda. Semoga next time ada ramps yang membantu pengguna kursi roda untuk mengakses tempat ini. Well, that's a little story I have for Kasturi Cottage and Glamping in Ciwidey. Hope to see you around on the next adventures. Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

HAPPY 2026, EVERYONE

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Happy 2026, everyone!


Wishing you all the very best for the new dawn and the coming days.
May the Almighty God continues showering us with endless blessing, love, prosperity, happiness and protection. 
Aamiin allahumma aamiin...


2026 is here.  Are you ready? 

Bisa jadi setiap tahun kita menyambut tahun baru dengan segala kekhawatiran, what the new year will bring. Apalagi jika tahun sebelumnya banyak sekali tantangan, cobaan, ujian dan hal - hal yang kerap membuat kita berhenti sejenak dan mengambil jeda. 

Aku sendiri kerap menghadapi berbagai kelucuan dan drama dalam hidup, yang betul - betul membuatku menarik nafas panjang dan memohon kekuatan dari-Nya untuk menghadapi semua cobaan tadi.

Tapi aku selalu yakin dan percaya kalau Allah SWT, Sang Maha Pemilik Segala, selalu memberi skenario terbaik dalam hidup. Dengan berbagai cara, berliku jalan, dan aneka suasana yang bisa membolak - balik hati, hari - hari kita lalui dengan berbagai pembelajaran.

The new day is coming... mari kita sambut gembira..

Dan 2025 menjadi tahun yang penuh dengan cerita.  

Penuh berkah. 

Penuh kebaikan.

Penuh pelajaran hidup.

Penuh bukti nyata cinta dan kebesaran-Nya, untukku dan keluargaku.

Alhamdulillaah. 

Nanti aku kembali dengan detail cerita penuh warna 2025 yaa.

Selamat menyongsong hari baru, dengan semangat dan tekad baru, dan tentu saja penuh doa dan harapan yang terbaik. 

Wassalammualaikum warrahmarullahi wabarakatuh.

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - part 3 Madinah continued

 Assalamualaikum warrahmahtullahi wabarakatuh..

Apa kabar semua? Semoga selalu sehat dan selalu dalam berkah-Nya. 


Masjid Nabawi dan Kubah Hijau 

Boleh ya kita lanjut cerita perjalanan kami untuk umroh perdana kami di bulan Syawal 1446H. Rasanya tidak bosan - bosannya berbagi cerita tentang perjalanan relijius ini, walaupun di tahun 1447 H atau 2026, saya sendiri telah mendapat kesempatan untuk melakukan ibadah haji atas undangan Raja Salman bin Al Saud. Nanti saya share jurnal haji saya di post berikutnya yaaaa.

Meanwhile, feel free ya untuk membaca cerita terkait lainnya:

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessing 

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessing - part 1 Photo Album Madinah

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessing - part 2 Madinah

Moreover, bisa baca juga Review kita untuk Hotel Outhman bin Affan Madinah

Kali ini, saya boleh ya share mengenai tempat - tempat yang kami kunjungi  selain Masjid Nabawi serta Hotel Outhman bin Affan di Madinah. Yuk, kita eksplorasi!


Pintu 1, pintu keluar dari Raudhah

Ada banyak masjid bersejarah dan juga memiliki arsitektur yang indah di Madinah. Beberapa yang kami kunjungi adalah Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Masjid Abu Bakar, Masjid Bilal dan Masjid Usman Bin Affan. Selain itu, ada berbagai museum yang juga menarik untuk dikunnjungi, terutama yang terkait dengan parjalanan dakwah dan juga kehidupan Nabi Muhammad SAW di Madinah. 

saya dan suami di depan Green Dome, di pelataran Masjid Nabawi

Di hari-hari terakhir kami di Madinah, kami mencoba menggunakan mobil sewaan untuk keliling kota Madinah, dan melanjutkan perjalanan ke Mekah untuk umroh.

Madinah memang sangat istimewa, sebagaimana halnya Mekah. Kota kecintaan Nabi junjungan kita ini memang punya begitu banyak keistimewaan. Makanya kami tidak lupa melakukan perjalanan napak tilas ke beberapa tempat bersejarah yang kerap dilakukan Nabi Muhammad SAW semasa Beliau hidup, seperti misalnya menyusuri sholat sunnah dai Masjid Quba dan juga menyusuri Quba walkway, walaupun dengan buggy car, bukan dengan berkuda.


Alhamdulillah kami juga sempat menikmati Madinah malam hari, berkunjung ke Museum As Saffiyah, dan juga berkunjung ke Jabal Uhud dan mempelajari berbagai sejarah yang terkait di sana.

Masjid Quba

Kami memutuskan utk menyewa mobil via Kayak - Priceline yang berakhir di Budget Madinah. Untuk 16-18 Mei, pick up Madinah dan drop off Mekkah, kami terkena Rp 2.2 jt, lebih murah dari tiket HHR Madinah - Mekkah berdua yang lebih dari SAR 400 (SAR 460 tepatnya) karena beli mendekati hari H (sebulan sebelumnya sempat melihat harga HHR SAR 175 per orang, lalu menjadi SAR 230 per orang krn sudah dekat harinya). Kami mengambil mobil dengan naik Uber dari hotel (hanya sekitar 10 menit) dan setelah pemeriksaan mobil serta pembayaran (termasuk deposit SAR 500 - yang anehnya tidak masuk ke tagihan CC kami 😇), kami pun menikmati mobil Suzuki Baleno seri terbaru yang nyaman dan canggih. Alhamdulillah. 

Kami menuju Mekkah dengan santai bada’ dzuhur di masjid Nabawi. Berat rasanya berpisah 🥲🥲 dan meninggalkan kota Madinah yang indah ini. Terselip doa untuk bisa sering mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW dan mengeksplorasi lebih lanjut Madinah yang istimewa. Akhirnya, kami memutuskan untuk berangkat selesai check out jam 1.30 siang dari hotel kami di Madinah.

Kami mampir dulu ke Masjid di Bir Ali untuk mengambil miqat atau niat umroh dan berihram di sana. Kami sempat istirahat dan foto - foto sebentar juga, menikmati keteduhan masjid di Bir Ali. Perjalanan ke Madinah kami tempuh sekitar 4.5 jam, karena memang suami saya cukup ngebut saat menyetir. Kami sempat berhenti juga di rest area untuk beristirahat sejenak dan menikmati makanan yang ada di sana.

Kami tiba di kota Mekah pada tanggal 17/5/2025 di sore menjelang maghrib. Qadarullah, kami sempat terkendala dengan proses check - in hotel Anjum Mekah yang bilang bahwa booking pre-advance kami canceled by system! Padahal niatnya adalah tiba di Mekkah, sholat maghrib dan isya di Masjidil Haram, lalu langsung umroh dengan Ust. Arsaf, muthowif yang memang telah kami kontak sejak dari Indonesia. 

Long story short, akhirnya kami bisa langsung umroh ba'da Isya yang dimulai sekitar jam 9 malam dan selesai jam 11.30an. Alhamdulillaaah, umroh  berjalan lancar dan sangat berkesan karena ini adalah kesempatan untuk yg pertama kalinya bagi kami berdua. Saat umroh, suasana masih cukup ramai terutama untuk tawaf. Sebagaimana biasa, waktu ba'da maghrib atau saat matahari sudah tidak ada dan cuaca tidak terlalu panas, banyak jemaah yang memilih untuk melakukan ibadah umroh. Saat Sai kami melakukan di lantai bawah dengan rute yang agak menanjak di ujung sisi Safa dan Marwah. Tak henti - hentinya saya dan Rudi mengucap syukur atas segala berkah dan kemudahan yang diberikan oleh-Nya selama kami menjalankan ibadah umroh ini. 

I will certainly share more stories on our Umroh here. So stay tuned yaaa...

P.S.: Episode re Anjum akan kami share terpisah ya (panjang curcolnya ini 😇) dan ceritanya akan berlanjut yaaa....

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - part 4 Hotel Waqf Outhman bin Affan




Assalammualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

How is everyone... I sincerely hope you have blessed days with your loved ones. That's exactly what we need most of the times, right.

Welcome back and allow me to continue sharing #thefrakarsas experience for umroh mandiri. Mudah - musahan sempat membaca series of posts sebelumnya mengenai Perjalanan umroh mandiri kami ya.

Kali ini, aku akan share hotel tempat kita tinggal 6 hari, 5 malam di Madinah.

Hotel Waqf Outhman bin Affan

Ring a bell?

Kalau mendengar nama hotel ini, kita akan langsung ingat salah satu khulafaur rasyidin atau sahabat Nabi junjungan kita. Kami memilih tempat ini awalnya berfikir tempat ini merupakan  waqaf dari salah satu Sahabat Nabi Muhammad SAW, Usman bin Affan, yang memang terkenal dengan kedermawanannya. Kami berharap bisa meneladani berbagai kedermawanan beliau. Well one thing for sure, tempat ini adalah murni hotel komersial, bukan tempat charity, dan bertujuan untuk menawarkan akomodasi bagi jemaah yang membutuhkan. 

So, alhamdulillah   kami tinggal di hotel ini selama berada di Madinah.

Di kota cantik dan bersejarah ini, kami memilih untuk stay di Hotel Waqf Outhman bin Affan karena memang reviewnya di Google Maps lumayan. Plus harganya juga lumayan murah dan masuk akal dengan lokasinya yang strategis dan dekat Masjid Nabawi terutama pintu Perempuan. Tentu saja ada banyak hotel lain yang lebih dekat, tapi harganya lebih mahal.

Kamar Kami dengan 4 tempat tidur

Alhamdulillah kami dapat kamar yang luas, walaupun saya booked untuk berdua namun dapat kamar untuk kapasitas berempat. Jadi kamarnya luas dan tempat tidurnya banyak. Cukup untuk menaruh koper - koper dan bawaan kami lainnya.

Breakfast is great, we both love it! Karena biasanya kami ke masjid sejak jam 3 pagi hingga selesai waktu syuruq, biasanya kami kembali ke hotel dalam keadaan super lapaaar. So, for sure we devour all the food they have. Favorit  kami adalah salad bar yang komplit dan banyak sayuran segar. Bahagia banget lihat aneka olive dan juga tomat serta sayuran segar lainnya, dengan aneka dressing dan dipping sauce. 

Sarapan pagi kami di hotel

Makanan hangatnya juga enak, selalu ada olahan kentang, falafel, pasta atau mie, telur (baik telur rebus, omelet, mata sapi dan lainnya) plus olahan daging cincang atau kambing dan chicken nugget atau strips untuk anak - anak. Ada aneka roti, naan dan pastries, lengkap dengan mentega, selai, keju oles, madu dan lainnya. Cakes juga ada dan teh serta kopi khas arab serta kurma juga tersedia. Pokoknya alhamdulillah makanan berlimpah.

area makan di restoran

the dining room, the escalator and the upper floor

Salah satu faktor penting yang membuat kami memilih hotel ini adalah akses ke masjid Nabawi yang dekat, terutama ke gerbang 326 menuju pintu 13 di Western Female praying area. Saya jalan sekitar 6-7 menit, kalau santai - santai sekitar 10 menit. Bahkan pernah kami jalan dari hotel saat Adzan mulai berkumandang dan masih kebagian tempat serta bisa sholat jamaah tepat waktu. Biasanya memang di pekarangan, tapi tidak jarang kami masih bisa masuk ke dalam masjid Nabawi.

jalan ke gerbang 326 tidak terlalu jauh dari hotel

Dari hotel, kami juga mudah untuk eksplorasi dan ke mana - mana juga walkable, termasuk restoran dan tempat makan seru (bolak - balik ke restoran Alfaris yang menyediakan nasi onta dan aneka makanan khas Timur - Tengah yang enak dan harganya oke, dan Karak Express - nanti aku share terpisah ya ceritanya 😇), perfume corners (toko parfum favorit yang kita lewati berkali - kali sehingga bolak - balik beli karena enak dan murah jatuhnya) dan tempat oleh-oleh favorit jemaah Indonesia yang banyak diskonnya. Demikian juga untuk supermarket Bin Dawood atau pun toko lainnya. Untuk ke museum, beberapa masjid lain yang dikunjungi di seputaran masjid Nabawi juga bisa ditempuh dengan jalan kaki walaupun agak jauh. Taksi dan moda transportasi lainnya juga mudah kita dapatkan.

pemandangan dari restoran hotel.. kacanya penuh debu hehe

Untuk 6 hari 5 malam, kami membayar sekitar IDR 11.800.000an. Kami memesan melalui OTA, mengambil yang bisa dicancel sambil terus cek dan saat mendapat harga yang murah, booking tersebut yang kami ambil. Awal booking untuk durasi yang sama kami harus membayar IDR 14.000.000,- namun saat ada promo mendekati hari keberangkatan, kita cancel bookingan awal dan mengambil harga promo. Alhamdulillah bisa menghemat sekitar IDR 2.200.000,-

Di hari terakhir, karena kami menyewa mobil untuk trip Madinah - Mekah, kami juga bisa parkir gratis di basement.

Hotelnya memang agak tua tapi so far so good. Kamar bersih dan fasilitas di dalam kamar baik. AC menyala dengan baik, amenities juga cukup. Handuk bersih selalu tersedia, demikian juga untuk sabun, shampo, conditioner, sikat dan pasta gigi, dan lainnya. Setrika dan meja setrika juga tersedia.

Hotelnya aksesibel ♿️✅ untuk pengguna kursi roda tapi ada beberapa corner yang berisi tangga dan platforms. Tapi ramps dan lift tersedia.

Para staf juga friendly dan helpful. Mereka bisa berbahasa Inggris dan bisa komunikasi dengan lancar, sehingga tidak masalah. Alhamdulillah check in dan check out tidak masalah dan cepat, demikian juga saat minta tempat parkir.

Oh ya, di dekat hotel ini banyak toko souvenir dan juga laundry. So all ini all, our stay is very convenient. Alhamdulillah, as it’s the first hotel we choose for our umroh journey this time, the good experience gives us extra energy and great vibe during this religious trip.

I will be back with more stories for sure. In sya Allah kita bertemu di cerita berikutnya ya. saat menuliskan cerita ini saya sudah rindu dengan Madinah dan Mekah. Semoga kita semua bisa dimudahkan untuk kembali menjadi tamu-Nya.

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

tunggu kami kembali, Madinah