Showing posts with label Umroh Mandiri. Show all posts
Showing posts with label Umroh Mandiri. Show all posts

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - part 6 Makkah

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Welcome back to indahnuria.com and here we go again continuing our journey in Madinah and Makkah. It has been an amazing journey and I intend to share this experience 




Melanjutkan perjalanan umroh kami, tanggal 18-23 Mei 2025 lalu, kami stay di Mekkah dan in sya Allah berniat untuk fokus ibadah, menikmati mataf yang memang dekat dari tempat kami menginap.

Tiba di Makkah, hati betul - betul terasa nyeees... Susah menggambarkannya. Antara campuran haru, bahagia, sedih, takut pada-Nya dan bersyukur tiada henti. Air mata itu menetes tanpa disadari, bahagia and totally grateful atas nikmat-Nya. Sejak menjejakkan kaki pertama di kota ini, melihat Masjidil Haran dan pelatarannya, hati ini sudah campur aduk.



Jangan ditanya saat mata melihat Ka'baah untuk pertama kalinya. Takbir, doa Bahkan sampai sekarang, saat saya menuliskan pengalaman ini, mata saya terus basah

Setelah perjalanan darat dari Madinah ke Mekkah dengan menyewa mobil dan menyetir sendiri (baca part sebelumnya, on the way to Makkah) , akhirnya kami tiba di Mekkah menjelang sholat maghrib.

Alhamdulillaaah kami sempat umroh 3 kali dan tawaf Sunnah 3 kali. Kami mengambil miqat di Tan'im dengan menggunakan taksi dari bawah Clock Tower (dekat supermarket Danube). 

The multazam 

Dengan taksi hijau maupun taksi 'tembak' semua minta SAR 50 untuk pp dan ditunggu saat kita selesai sholat, niat dan berihram. Beberapa meminta kita agak bergegas dan mereka mengantarkan kami kembali di tempat yang sama.  Rata- rata supirnya ingin kita cepat selesai dan segera kembali ke Masjidil Haram supaya mereka bisa mengambil penumpang yang lain sepertinya. Ada yang ramah, ada yang tidak mengerti bahasa Inggris sama sekali. Jadi memang supirnya beragam. Saya pernah coba tawar SAR 40 PP tapi mereka ngga mau dan bersikukuh SAR 50. 

Hanya pada-Mu ya Rabb

Kami memutuskan untuk menikmati Mekkah dan sekitarnya saja dulu dan tidak ambil tur ke Thaif. Rencananya akan kita lakukan saat kembali ke sini bersama anak - anak in sya Allah di umroh berikutnya. Doakan yaaaa.


Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - part 3 Madinah continued

 Assalamualaikum warrahmahtullahi wabarakatuh..

Apa kabar semua? Semoga selalu sehat dan selalu dalam berkah-Nya. 


Masjid Nabawi dan Kubah Hijau 

Boleh ya kita lanjut cerita perjalanan kami untuk umroh perdana kami di bulan Syawal 1446H. Rasanya tidak bosan - bosannya berbagi cerita tentang perjalanan relijius ini, walaupun di tahun 1447 H atau 2026, saya sendiri telah mendapat kesempatan untuk melakukan ibadah haji atas undangan Raja Salman bin Al Saud. Nanti saya share jurnal haji saya di post berikutnya yaaaa.

Meanwhile, feel free ya untuk membaca cerita terkait lainnya:

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessing 

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessing - part 1 Photo Album Madinah

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessing - part 2 Madinah

Moreover, bisa baca juga Review kita untuk Hotel Outhman bin Affan Madinah

Kali ini, saya boleh ya share mengenai tempat - tempat yang kami kunjungi  selain Masjid Nabawi serta Hotel Outhman bin Affan di Madinah. Yuk, kita eksplorasi!


Pintu 1, pintu keluar dari Raudhah

Ada banyak masjid bersejarah dan juga memiliki arsitektur yang indah di Madinah. Beberapa yang kami kunjungi adalah Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Masjid Abu Bakar, Masjid Bilal dan Masjid Usman Bin Affan. Selain itu, ada berbagai museum yang juga menarik untuk dikunnjungi, terutama yang terkait dengan parjalanan dakwah dan juga kehidupan Nabi Muhammad SAW di Madinah. 

saya dan suami di depan Green Dome, di pelataran Masjid Nabawi

Di hari-hari terakhir kami di Madinah, kami mencoba menggunakan mobil sewaan untuk keliling kota Madinah, dan melanjutkan perjalanan ke Mekah untuk umroh.

Madinah memang sangat istimewa, sebagaimana halnya Mekah. Kota kecintaan Nabi junjungan kita ini memang punya begitu banyak keistimewaan. Makanya kami tidak lupa melakukan perjalanan napak tilas ke beberapa tempat bersejarah yang kerap dilakukan Nabi Muhammad SAW semasa Beliau hidup, seperti misalnya menyusuri sholat sunnah dai Masjid Quba dan juga menyusuri Quba walkway, walaupun dengan buggy car, bukan dengan berkuda.


Alhamdulillah kami juga sempat menikmati Madinah malam hari, berkunjung ke Museum As Saffiyah, dan juga berkunjung ke Jabal Uhud dan mempelajari berbagai sejarah yang terkait di sana.

Masjid Quba

Kami memutuskan utk menyewa mobil via Kayak - Priceline yang berakhir di Budget Madinah. Untuk 16-18 Mei, pick up Madinah dan drop off Mekkah, kami terkena Rp 2.2 jt, lebih murah dari tiket HHR Madinah - Mekkah berdua yang lebih dari SAR 400 (SAR 460 tepatnya) karena beli mendekati hari H (sebulan sebelumnya sempat melihat harga HHR SAR 175 per orang, lalu menjadi SAR 230 per orang krn sudah dekat harinya). Kami mengambil mobil dengan naik Uber dari hotel (hanya sekitar 10 menit) dan setelah pemeriksaan mobil serta pembayaran (termasuk deposit SAR 500 - yang anehnya tidak masuk ke tagihan CC kami 😇), kami pun menikmati mobil Suzuki Baleno seri terbaru yang nyaman dan canggih. Alhamdulillah. 

Kami menuju Mekkah dengan santai bada’ dzuhur di masjid Nabawi. Berat rasanya berpisah 🥲🥲 dan meninggalkan kota Madinah yang indah ini. Terselip doa untuk bisa sering mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW dan mengeksplorasi lebih lanjut Madinah yang istimewa. Akhirnya, kami memutuskan untuk berangkat selesai check out jam 1.30 siang dari hotel kami di Madinah.

Kami mampir dulu ke Masjid di Bir Ali untuk mengambil miqat atau niat umroh dan berihram di sana. Kami sempat istirahat dan foto - foto sebentar juga, menikmati keteduhan masjid di Bir Ali. Perjalanan ke Madinah kami tempuh sekitar 4.5 jam, karena memang suami saya cukup ngebut saat menyetir. Kami sempat berhenti juga di rest area untuk beristirahat sejenak dan menikmati makanan yang ada di sana.

Kami tiba di kota Mekah pada tanggal 17/5/2025 di sore menjelang maghrib. Qadarullah, kami sempat terkendala dengan proses check - in hotel Anjum Mekah yang bilang bahwa booking pre-advance kami canceled by system! Padahal niatnya adalah tiba di Mekkah, sholat maghrib dan isya di Masjidil Haram, lalu langsung umroh dengan Ust. Arsaf, muthowif yang memang telah kami kontak sejak dari Indonesia. 

Long story short, akhirnya kami bisa langsung umroh ba'da Isya yang dimulai sekitar jam 9 malam dan selesai jam 11.30an. Alhamdulillaaah, umroh  berjalan lancar dan sangat berkesan karena ini adalah kesempatan untuk yg pertama kalinya bagi kami berdua. Saat umroh, suasana masih cukup ramai terutama untuk tawaf. Sebagaimana biasa, waktu ba'da maghrib atau saat matahari sudah tidak ada dan cuaca tidak terlalu panas, banyak jemaah yang memilih untuk melakukan ibadah umroh. Saat Sai kami melakukan di lantai bawah dengan rute yang agak menanjak di ujung sisi Safa dan Marwah. Tak henti - hentinya saya dan Rudi mengucap syukur atas segala berkah dan kemudahan yang diberikan oleh-Nya selama kami menjalankan ibadah umroh ini. 

I will certainly share more stories on our Umroh here. So stay tuned yaaa...

P.S.: Episode re Anjum akan kami share terpisah ya (panjang curcolnya ini 😇) dan ceritanya akan berlanjut yaaa....

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - part 4 Hotel Waqf Outhman bin Affan




Assalammualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

How is everyone... I sincerely hope you have blessed days with your loved ones. That's exactly what we need most of the times, right.

Welcome back and allow me to continue sharing #thefrakarsas experience for umroh mandiri. Mudah - musahan sempat membaca series of posts sebelumnya mengenai Perjalanan umroh mandiri kami ya.

Kali ini, aku akan share hotel tempat kita tinggal 6 hari, 5 malam di Madinah.

Hotel Waqf Outhman bin Affan

Ring a bell?

Kalau mendengar nama hotel ini, kita akan langsung ingat salah satu khulafaur rasyidin atau sahabat Nabi junjungan kita. Kami memilih tempat ini awalnya berfikir tempat ini merupakan  waqaf dari salah satu Sahabat Nabi Muhammad SAW, Usman bin Affan, yang memang terkenal dengan kedermawanannya. Kami berharap bisa meneladani berbagai kedermawanan beliau. Well one thing for sure, tempat ini adalah murni hotel komersial, bukan tempat charity, dan bertujuan untuk menawarkan akomodasi bagi jemaah yang membutuhkan. 

So, alhamdulillah   kami tinggal di hotel ini selama berada di Madinah.

Di kota cantik dan bersejarah ini, kami memilih untuk stay di Hotel Waqf Outhman bin Affan karena memang reviewnya di Google Maps lumayan. Plus harganya juga lumayan murah dan masuk akal dengan lokasinya yang strategis dan dekat Masjid Nabawi terutama pintu Perempuan. Tentu saja ada banyak hotel lain yang lebih dekat, tapi harganya lebih mahal.

Kamar Kami dengan 4 tempat tidur

Alhamdulillah kami dapat kamar yang luas, walaupun saya booked untuk berdua namun dapat kamar untuk kapasitas berempat. Jadi kamarnya luas dan tempat tidurnya banyak. Cukup untuk menaruh koper - koper dan bawaan kami lainnya.

Breakfast is great, we both love it! Karena biasanya kami ke masjid sejak jam 3 pagi hingga selesai waktu syuruq, biasanya kami kembali ke hotel dalam keadaan super lapaaar. So, for sure we devour all the food they have. Favorit  kami adalah salad bar yang komplit dan banyak sayuran segar. Bahagia banget lihat aneka olive dan juga tomat serta sayuran segar lainnya, dengan aneka dressing dan dipping sauce. 

Sarapan pagi kami di hotel

Makanan hangatnya juga enak, selalu ada olahan kentang, falafel, pasta atau mie, telur (baik telur rebus, omelet, mata sapi dan lainnya) plus olahan daging cincang atau kambing dan chicken nugget atau strips untuk anak - anak. Ada aneka roti, naan dan pastries, lengkap dengan mentega, selai, keju oles, madu dan lainnya. Cakes juga ada dan teh serta kopi khas arab serta kurma juga tersedia. Pokoknya alhamdulillah makanan berlimpah.

area makan di restoran

the dining room, the escalator and the upper floor

Salah satu faktor penting yang membuat kami memilih hotel ini adalah akses ke masjid Nabawi yang dekat, terutama ke gerbang 326 menuju pintu 13 di Western Female praying area. Saya jalan sekitar 6-7 menit, kalau santai - santai sekitar 10 menit. Bahkan pernah kami jalan dari hotel saat Adzan mulai berkumandang dan masih kebagian tempat serta bisa sholat jamaah tepat waktu. Biasanya memang di pekarangan, tapi tidak jarang kami masih bisa masuk ke dalam masjid Nabawi.

jalan ke gerbang 326 tidak terlalu jauh dari hotel

Dari hotel, kami juga mudah untuk eksplorasi dan ke mana - mana juga walkable, termasuk restoran dan tempat makan seru (bolak - balik ke restoran Alfaris yang menyediakan nasi onta dan aneka makanan khas Timur - Tengah yang enak dan harganya oke, dan Karak Express - nanti aku share terpisah ya ceritanya 😇), perfume corners (toko parfum favorit yang kita lewati berkali - kali sehingga bolak - balik beli karena enak dan murah jatuhnya) dan tempat oleh-oleh favorit jemaah Indonesia yang banyak diskonnya. Demikian juga untuk supermarket Bin Dawood atau pun toko lainnya. Untuk ke museum, beberapa masjid lain yang dikunjungi di seputaran masjid Nabawi juga bisa ditempuh dengan jalan kaki walaupun agak jauh. Taksi dan moda transportasi lainnya juga mudah kita dapatkan.

pemandangan dari restoran hotel.. kacanya penuh debu hehe

Untuk 6 hari 5 malam, kami membayar sekitar IDR 11.800.000an. Kami memesan melalui OTA, mengambil yang bisa dicancel sambil terus cek dan saat mendapat harga yang murah, booking tersebut yang kami ambil. Awal booking untuk durasi yang sama kami harus membayar IDR 14.000.000,- namun saat ada promo mendekati hari keberangkatan, kita cancel bookingan awal dan mengambil harga promo. Alhamdulillah bisa menghemat sekitar IDR 2.200.000,-

Di hari terakhir, karena kami menyewa mobil untuk trip Madinah - Mekah, kami juga bisa parkir gratis di basement.

Hotelnya memang agak tua tapi so far so good. Kamar bersih dan fasilitas di dalam kamar baik. AC menyala dengan baik, amenities juga cukup. Handuk bersih selalu tersedia, demikian juga untuk sabun, shampo, conditioner, sikat dan pasta gigi, dan lainnya. Setrika dan meja setrika juga tersedia.

Hotelnya aksesibel ♿️✅ untuk pengguna kursi roda tapi ada beberapa corner yang berisi tangga dan platforms. Tapi ramps dan lift tersedia.

Para staf juga friendly dan helpful. Mereka bisa berbahasa Inggris dan bisa komunikasi dengan lancar, sehingga tidak masalah. Alhamdulillah check in dan check out tidak masalah dan cepat, demikian juga saat minta tempat parkir.

Oh ya, di dekat hotel ini banyak toko souvenir dan juga laundry. So all ini all, our stay is very convenient. Alhamdulillah, as it’s the first hotel we choose for our umroh journey this time, the good experience gives us extra energy and great vibe during this religious trip.

I will be back with more stories for sure. In sya Allah kita bertemu di cerita berikutnya ya. saat menuliskan cerita ini saya sudah rindu dengan Madinah dan Mekah. Semoga kita semua bisa dimudahkan untuk kembali menjadi tamu-Nya.

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

tunggu kami kembali, Madinah

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - part 2 Madinah



Nabawi mosque - Madinah
Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings  - part 2 Madinah 

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Semoga semua baik - baik dan sehat ya. Lanjut share perjalanan Umroh perdana dan mandiri kami, allow me to share more on our days in Madinah, the beloved city of Prophet Muhammad SAW.

one of the minarets in Nabawi mosque

Masih dari Madinah, kota yang kami singgahi langsung dari Jeddah. Kota indah kecintaan Nabi Muhammad SAW yang penuh kedamaian dan membuat saya dan suami, instantly fall in love. Sungguh satu perasaan tiada dua yang membuat saya dan suami sering terdiam terpaku, dengan senyum mengembang sambil berdoa agar bisa kembali ke sini. 



Selama di Madinah kami selalu usahakan sholat lima waktu di Masjid Nabawi yang indah dan sangat menyejukkan. 



Masya Allah... rasanya masih terasa di hati dan tak terasa air mata menggenang karena terbayang damainya saat beribadah di sana dan keinginan untuk kembali ke sini.  



Mulai dari courtyard yang diteduhi payung - payung cantik, baab atau pintu megah yang dipenuhi untaian kalimat suci dari Al Quran, suasana di dalam masjid, karpetnya yang cantik dan nyaman, jajaran air zamzam yang bisa kita nikmati, dan banyak hal lain yang membuat ibadah begitu nyaman, termasuk aroma yang begitu istimewa. Bikin kangen! 

suasana di dalam Rawdah

Dan tentu saja kami bersyukur mendapat kesempatan mengunjungi Rawdah, mengucapkan salam langsung kepada Baginda Rasulullah kecintaan kita semua, memanjatkan segala doa terbaik. 

Assalammualaika ya Rassulullah ...

Alhamdulillah cukup lama juga kami bisa berdoa di Rawdah usai sholat subuh, di hari kedua kami di Madinah. 

Ingin berlama - lama tentunya tapi karena menggunakan aplikasi Nusuk, sudah ada waktu yang terjadwal untuk masuk dan juga untuk berdoa di dalam. Saya dan suami masuk dengan jadwal yang berbeda, sesuai dengan availibility yang kami dapatkan via aplikasi Nusuk tadi. Saya mendapat jadwal ba'da subuh, suami agak siang sedikit. 

Penampilan aplikasi Nusuk

Untuk teman -teman yang akan menjalan ibadah umroh dan haji, jangan lupa untuk menggunakan aplikasi Nusuk ya. Saat kami berangkat umrah lalu, aplikasi ini belum menjadi semacam kewajiban, walaupun untuk mendaftar dan mendapat jam kunjungan ke Rawdah sudah harus menggunakan aplikasi ini. Sekarang, bahkan untuk pemesanan hotel, kendaraan dan banyak hal harus dilakukan di aplikasi Nusuk ini.

Untuk mendaftar masuk Rawdah, kita harus pastikan ada jadwal yang tersedia. Saya sempat ‘war’ karena di bulan Syawal (dan juga bulan - bulan lainnya ya) masih banyak jamaah yang ingin masuk ke Rawdah. Saat Kami mencoba booking, kami menggunakan pilihan tanggal dalam bulan Syawal, bukan bulan April. Ternyata ini berpengaruh kepada bookingan kita. Kami juga menggunakan perangkat Android, karena ternyata menggunakan iPhone somehow gagal terus. Jangan lupa, setelah kita booking nanti ada tanggal tertentu di mana kita harus konfirmasi ya. Jangan sampai terlewat, karena nanti bookingan kita hilang deh.

Tampilan booking code Nusuk

Alhamdulillah, we managed to get the chance to visit Rawdah.  Again, it gave us an indescribale feeling saat berada di dalam rawdah. 

mihrab di dalam Rawdah

Begitu dekat dengan Nabi junjungan umat Islam, panutan kita semua, rasa haru betul - betul tidak bisa saya tahan. 

Ramainya jamaah yang ingin melakukan ziarah ke Rawdah

Sambil menunggu masuk ke area rawdah, saya lakukan berbagai sholat sunnah seraya memanjatkan doa yang tiada henti. Air mata saya tiada henti mengalir, karena perasaan takjub, bahagia, takut, khawatir karena ingat dosa dan khilaf, tapi juga lega serta bersyukur menjadi satu diberi kesempatan untuk datang langsung ke tempat ini. Selama di dalam, saya juga mendapat kesempatan mendekat ke pilar yang ditandai khusus, mihrab serta mimbar tempat Nabi Muhammad SAW biasa berikan khotbah. Alhamdulillah, bahagia rasanya bisa melihat  semua ini. Rasanya ingin berlama - lama tapi tentu saja sudah harus bergantian dengan jamaah yang lainnya. semoga ada kesempatan berikutnya untuk mampir ke sini lagi. 

Here are some photos I took inside.










Selama di Madinah, kami tinggal di Hotel Waqf Outhman bin Affan. Letaknya tidak jauh dari pintu 366 Masjid Nabawi, yang dekat sekali untuk pintu perempuan. Nanti saya cerita terpisah ya mengenai hotel ini. 


Selama di Madinah, selain menghabiskan waktu di Masjid Nabawi, kami sempat berziarah dan  mengunjungi masjid - masjid bersejarah lainnya. Ada banyak masjid bersejarah dan juga memiliki arsitektur yang indah di Madinah. Beberapa yang kami kunjungi adalah Masjid Quba, Qiblatain, Abu Bakar, Bilal dan Usman Bin Affan. Nanti saya coba share lebih details secara terpisah yaaa. 

Thank you and see you on the next post.

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.


Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - photo album Madinah 1

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Semoga teman - teman semua selalu dalam lindungan-Nya di mana pun berada.

Sambil menunggu lanjutan cerita  Umroh Perdana dan Mandiri kami #thefrakarsas , boleh ya share beberapa photos yang kami tangkap dan rekam selama menjalani perjalanan ibadah ini.

As I have indicated in the title, it's truly a never ending journey to reach Allah's blessings. One that never fails to amaze me and my munchkin.


Again, stopping first at Madinah was the best decision we made as we started our maiden journey to Haramain, Mecca and Madina. 




Such a tranquil, peaceful city, holding a special place in the heart of our beloved Prophet Muhammad SAW and where he finally rested in love and peace.




Its courtyard with those amazing umbrellas is indeed a unique view for those who are lucky enough to come and visit this place, while the architectures and the details of Nabawi mosque are exquisite. 





And of course, Rawdah... there are no words can describe the feeling as one steps into this sacred part, where our beloved Prophet Muhammad SAW rests in peace. 



Its green dome is indeed iconic and inside is truly a paradise garden on earth, bestowed with His blessings and rahmah. 







My hubby and I certainly hope we can go back again here soon.
Insya Allah ...








So, there we go... 

I hope you do enjoy some of the photos of our spiritual journey.

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh