Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - part 3 Madinah continued

 Assalamualaikum warrahmahtullahi wabarakatuh..

Apa kabar semua? Semoga selalu sehat dan selalu dalam berkah-Nya. 


Masjid Nabawi dan Kubah Hijau 

Boleh ya kita lanjut cerita perjalanan kami untuk umroh perdana kami di bulan Syawal 1446H. Rasanya tidak bosan - bosannya berbagi cerita tentang perjalanan relijius ini, walaupun di tahun 1447 H atau 2026, saya sendiri telah mendapat kesempatan untuk melakukan ibadah haji atas undangan Raja Salman bin Al Saud. Nanti saya share jurnal haji saya di post berikutnya yaaaa.

Meanwhile, feel free ya untuk membaca cerita terkait lainnya:

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessing 

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessing - part 1 Photo Album Madinah

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessing - part 2 Madinah

Moreover, bisa baca juga Review kita untuk Hotel Outhman bin Affan Madinah

Kali ini, saya boleh ya share mengenai tempat - tempat yang kami kunjungi  selain Masjid Nabawi serta Hotel Outhman bin Affan di Madinah. Yuk, kita eksplorasi!


Pintu 1, pintu keluar dari Raudhah

Ada banyak masjid bersejarah dan juga memiliki arsitektur yang indah di Madinah. Beberapa yang kami kunjungi adalah Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Masjid Abu Bakar, Masjid Bilal dan Masjid Usman Bin Affan. Selain itu, ada berbagai museum yang juga menarik untuk dikunnjungi, terutama yang terkait dengan parjalanan dakwah dan juga kehidupan Nabi Muhammad SAW di Madinah. 

saya dan suami di depan Green Dome, di pelataran Masjid Nabawi

Di hari-hari terakhir kami di Madinah, kami mencoba menggunakan mobil sewaan untuk keliling kota Madinah, dan melanjutkan perjalanan ke Mekah untuk umroh.

Madinah memang sangat istimewa, sebagaimana halnya Mekah. Kota kecintaan Nabi junjungan kita ini memang punya begitu banyak keistimewaan. Makanya kami tidak lupa melakukan perjalanan napak tilas ke beberapa tempat bersejarah yang kerap dilakukan Nabi Muhammad SAW semasa Beliau hidup, seperti misalnya menyusuri sholat sunnah dai Masjid Quba dan juga menyusuri Quba walkway, walaupun dengan buggy car, bukan dengan berkuda.


Alhamdulillah kami juga sempat menikmati Madinah malam hari, berkunjung ke Museum As Saffiyah, dan juga berkunjung ke Jabal Uhud dan mempelajari berbagai sejarah yang terkait di sana.

Masjid Quba

Kami memutuskan utk menyewa mobil via Kayak - Priceline yang berakhir di Budget Madinah. Untuk 16-18 Mei, pick up Madinah dan drop off Mekkah, kami terkena Rp 2.2 jt, lebih murah dari tiket HHR Madinah - Mekkah berdua yang lebih dari SAR 400 (SAR 460 tepatnya) karena beli mendekati hari H (sebulan sebelumnya sempat melihat harga HHR SAR 175 per orang, lalu menjadi SAR 230 per orang krn sudah dekat harinya). Kami mengambil mobil dengan naik Uber dari hotel (hanya sekitar 10 menit) dan setelah pemeriksaan mobil serta pembayaran (termasuk deposit SAR 500 - yang anehnya tidak masuk ke tagihan CC kami 😇), kami pun menikmati mobil Suzuki Baleno seri terbaru yang nyaman dan canggih. Alhamdulillah. 

Kami menuju Mekkah dengan santai bada’ dzuhur di masjid Nabawi. Berat rasanya berpisah 🥲🥲 dan meninggalkan kota Madinah yang indah ini. Terselip doa untuk bisa sering mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW dan mengeksplorasi lebih lanjut Madinah yang istimewa. Akhirnya, kami memutuskan untuk berangkat selesai check out jam 1.30 siang dari hotel kami di Madinah.

Kami mampir dulu ke Masjid di Bir Ali untuk mengambil miqat atau niat umroh dan berihram di sana. Kami sempat istirahat dan foto - foto sebentar juga, menikmati keteduhan masjid di Bir Ali. Perjalanan ke Madinah kami tempuh sekitar 4.5 jam, karena memang suami saya cukup ngebut saat menyetir. Kami sempat berhenti juga di rest area untuk beristirahat sejenak dan menikmati makanan yang ada di sana.

Kami tiba di kota Mekah pada tanggal 17/5/2025 di sore menjelang maghrib. Qadarullah, kami sempat terkendala dengan proses check - in hotel Anjum Mekah yang bilang bahwa booking pre-advance kami canceled by system! Padahal niatnya adalah tiba di Mekkah, sholat maghrib dan isya di Masjidil Haram, lalu langsung umroh dengan Ust. Arsaf, muthowif yang memang telah kami kontak sejak dari Indonesia. 

Long story short, akhirnya kami bisa langsung umroh ba'da Isya yang dimulai sekitar jam 9 malam dan selesai jam 11.30an. Alhamdulillaaah, umroh  berjalan lancar dan sangat berkesan karena ini adalah kesempatan untuk yg pertama kalinya bagi kami berdua. Saat umroh, suasana masih cukup ramai terutama untuk tawaf. Sebagaimana biasa, waktu ba'da maghrib atau saat matahari sudah tidak ada dan cuaca tidak terlalu panas, banyak jemaah yang memilih untuk melakukan ibadah umroh. Saat Sai kami melakukan di lantai bawah dengan rute yang agak menanjak di ujung sisi Safa dan Marwah. Tak henti - hentinya saya dan Rudi mengucap syukur atas segala berkah dan kemudahan yang diberikan oleh-Nya selama kami menjalankan ibadah umroh ini. 

I will certainly share more stories on our Umroh here. So stay tuned yaaa...

P.S.: Episode re Anjum akan kami share terpisah ya (panjang curcolnya ini 😇) dan ceritanya akan berlanjut yaaa....

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

No comments:

Post a Comment

Welcome! Thanks for visiting My Purple World. I am delighted to have you all here in my blog.
If you like what you read, feel free follow this blog through the button on the right side of the blog and hope you can leave some comments too. Nevertheless, all comments with direct links will be deleted.

Terima kasih sudah mampir ke blog aku ya. Selamat menikmati dan semoga suka. Komentar akan sangat dihargai, tapi link hidup dan spam akan langsung saya hapus ya.

Happy Blogwalking and enjoy 😘