Labbaik Allahuma Labaik - Kupenuhi panggilan-Mu ya Rabb

Labbaik Allahuma Labaik - Kupenuhi panggilan-Mu ya Rabb

Air mata saya jatuh tiada henti.

Segala kalimat takbir, tasbih, tahmid dan tahlil berkumandang keluar dari bibir saya yang bergetar. Kembali ke tanah suci, kali ini menjadi tamu-Nya sebagai salah satu jemaah haji, adalah salah satu nikmat paling luar biasa yang saya terima dari-Nya. Dan momen ini, di tahun 2026, 1447H yang penuh berkah, menjadi salah satu tahun paling istimewa dalam hidup saya. 

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Sungguh.. "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Welcome back to indahnuria.com and apologies for being absent for quite sometimes. The first semester of 2026 proves to be a busy time for me and my family. Packed with meetings, activities and miracles!

Kenapa penuh keajaiban dan mukjizat? Karena Allah SWT membuka begitu banyak pintu rahmat, rezeki dan kuasa-Nya untukku dan keluargaku. Salah satu berkah itu adalah rezeki menjalankan ibadah haji untukku atas undangan Raja Salman Al Saud. 

Melihat Ka’bah yang berbalut kain ihram, putih bersih, membuat saya tidak dapat menahan haru di dada. Di tengah air mata yang mengalir deras tanpa henti, saya hanya bisa membisikkan nama-Nya. Bahkan sejuta doa yang telah disiapkan seolah beku karena saya seperti sedang merasakan keagungan-Nya langsung. just feel the strong connection, His presence overwhelming my mere being.


Tergugu, tunduk dan hanya berserah pada-Nya.


Sungguh… Allah SWT Maha Baik, Maha Segala dengan seluruh rencana indah untuk umat-Nya. Termasuk diriku.


Saya ingat betul. Syawal 1446 H.

Bulan April yang indah, sejuk dan menenangkan. Istimewa karena saya dan suami, untuk pertama kalinya menjejakkan kaki di rumah-Nya. I was swept away by strong emotions and feelings, betapa dekat kita merasakan langsung keagungan-Nya. Betul - betul Perjalanan religious yang membuka mata, hati dan jiwa. Dalam Perjalanan selama 2 minggu ini, saya dan suami tiada henti memohon pada-Nya agar bisa diberi kesempatan untuk bisa menunaikan ibadah haji, kembali ke rumah -Nya segera dan bisa membawa keluarga lainnya, selain tentu saja doa - doa lainnya.


Cerita lengkap tentang Perjalanan umroh perdana ini telah saya share juga di sini.


Alhamdulillah, banyak sekali doa - doa baik yang dikabulkan-Nya. Bahkan kontan dalam waktu singkat. Salah satu doa yang saya dan suami panjatkan tentu saja adalah dapat kembali, segera dan bersama keluarga besar, menjadi tamu Allah SWT di Baitullah. Siapa sangka, doa ini pun dikabulkan oleh-Nya, dalam waktu yang relatif tidak lama dan lewat jalan yang tak terduga.


Singkat cerita, kembali dari umroh mandiri, saya kembali dalam rutinitas sehari - hari yang penuh dengan pekerjaan dan tanggung jawab kantor. Saya memutuskan untuk berhijab dan mencoba terus memperbaiki diri, menjadi hamba-Nya yang lebih baik.


Salah satu portfolio yang menjadi tugas saya di kantor adalah isu Palestina, baik dari sisi politik, berbagai pelanggaran HAM berat yang terjadi di sana, serta penyampaian berbagai bantuan kemanusiaan untuk saudara - saudara kita di Palestina. Bukan tugas yang mudah, karena sungguh melibatkan emosi dan rasa kemanusiaan yang kerap tergerus . Namun justru itu yang menjadi semangat untuk terus berusaha di berbagai platform dan mekanisme internasional untuk membantu perjuangan saudara - saudara kita di Palestina dan berbagai negara sekitar yang menampung para pengungsinya.  Pekerjaan ini membuat saya banyak bersinggungan dengan Pak Anis Matta, salah satu Wakil Menteri Luar Negeri RI, beserta tim, dan juga negara - negara Timur Tengah. 


In one of the series of meetings, saya sempat pamit izin umroh ke beliau sehingga akan absen selama 2 minggu. Dari percakapan ringan kami, beliau menanyakan apakah saya sudah menunaikan ibadah haji. Saya bilang belum, lalu beliau tanya apakah mau naik haji, dengan nada bercanda. Saya langsung menjawab mau banget dan infokan bahwa bersama suami juga sedang pertimbangkan kapan waktu terbaik untuk naik haji. Beliau menjawab, kalau begitu banyak berdoa ya, siapa tahu rezeki bisa segera naik haji. Just as simple as that, saya aminkan arahan beliau untuk banyak berdoa bisa kembali ke Baitullah dan tunaikan ibadah haji.


Waktu berjalan dan di awal tahun Januari 2026, saya sempat diminta CV dan mengisi semacam form singkat yang juga menanyakan mengenai beberapa hal terkait pekerjaan saya. Saya penuhi semua dan dengan basmallah saya juga serahkan kopi paspor reguler saya. Long story short, waktu terus berjalan, penuh dengan tugas dan pekerjaan serta beberapa perjalanan kedinasan yang harus saya lakukan. 


Saat bertemu Pak Wamen Anis di salah satu acara kantor, beliau sampaikan agar saya bersiap - siap, in sya Allah akan menjadi tamu Allah SWT di bulan haji 1447H ini, tapi masih menunggu beberapa persiapan final. Saat itu sudah bulan April, beberapa minggu sebelum Idul Adha. Saat mendengar itu rasanya saya tidak percaya, tapi sangat bersyukur karena diberi kabar bahagia ini. Naik haji, menjadi undangan Raja Saudi Arabia, tanpa mengeluarkan biaya apapun. Allahu Akbar, sungguh tak terbatas rahmat dan kuasa-Mu!


complete, free Hajj kits courtesy dari Raja Saudi Arabia

Ketika saya sedang berada di New York untuk pertemuan International Migration Review Forum 2026, saya dihubungi oleh sekretaris Pak Wamen Anis, mba Irma, yang sampaikan bahwa proses hampir rampung dan ada beberapa permintaan yang harus segera dipenuhi, termasuk menyerahkan paspor asli ke kedutaan Saudi Arabia di Jakarta dan melakukan biometric untuk visa melalui aplikasi. Terbayang kan waktu itu, dengan beda waktu 12 jam karena sedang berada di Amerika Serikat, sedang di tengah persidangan, dan paspor hijauku ada di rumah. Alhamdulillah, semuanya berkat kuasa dan berkah-Nya, satu per satu semua kebutuhan itu bisa dipenuhi dan selesai pada waktunya. Tidak sampai satu hari, visa haji saya terbit dan berbagai pengaturan untuk keberangkatan pun diinfokan. Masya Allah, saya sampai tergugu melihat mukjizat-Nya yang terasa begitu nyata, begitu mudah diberikan kepada hamba-Nya. Saya dibantu penuh oleh suami tercinta, yang walaupun sama keinginannya untuk berhaji, namun kali ini belum mendapat izin-Nya untuk berhaji bersamaan dengan saya.

Tidak lama setelah kembali dari New York, saya pun bersiap - siap untuk this trip of a lifetime!

To be continued...


alhamdulillaaah.. hanya pada-Mu ya Rabb


No comments:

Post a Comment

Welcome! Thanks for visiting My Purple World. I am delighted to have you all here in my blog.
If you like what you read, feel free follow this blog through the button on the right side of the blog and hope you can leave some comments too. Nevertheless, all comments with direct links will be deleted.

Terima kasih sudah mampir ke blog aku ya. Selamat menikmati dan semoga suka. Komentar akan sangat dihargai, tapi link hidup dan spam akan langsung saya hapus ya.

Happy Blogwalking and enjoy 😘