The Hobbiton - A beautiful journey for the fans of the Lords of the Rings and the Hobbits

 Hi everyone... 

It's been quite sometimes I haven't been updated indahnuria.com! Well, life has been super fun and busy, and I haven't manage to sneak some times to write some of those adventures here in my blog. 

But, now, here I come, with some photos and stories about the Hobbiton.




Before I start sharing more, have you ever heard of this wonderful place before? or perhaps familiar with the movies?

For those who claim themselves fans of Sir Peter Jackson's works, - the Lords of the Rings and the Hobbits,- 
 like me, then you must be familiar with J.R.R. Tolkien's books as well as the movies.

Living in Aotearoa for a mere 2 years, #thefrakarsas are lucky enough to take some road trips around Aotearoa, New Zealand, For sure, 2 years is far than enough to explore this wonderful country.

So, our trip to The Hobbiton took place in 2022, during fall, just before winter. We went to Rotorua and had so much fun there. Then we drove to Mata mata, the name of the area where the Hobbiton is located. Before coming here, I have already booked the tickets for the 4 of us. So they have different time for the tour, where one tour will take around 1.5 hours.


For sure, you are highly recommended to book the tickets in advance as this place is extremely popular all year long. The chances to just walk in and get the ticket is quite slim, so you better book it through their official website. It costs us around NZD 675 (including the tax) or Rp 6.500.000,- for the 4 of us.  I know it's quite expensive but it's really worth it..


I have to say we are very excited to be here! Before I share more details, please check out these photos from the Hobbiton.












Temu Kangen Seru di Perayaan HUT ke-12 Kumpulan Emak Blogger

Disclaimer: this is A SUPER LATE POST, so please forgive me for that..

Happy happy birthday, KEB!

Mohon maaf karena setelah lewat beberapa bulan, akhirnya saya bisa share keseruan temu kangen dengan emak - emak blogger keren di perayaan HUT ke-12 Kumpulan Emak Blogger or KEB tercinta. Super duper late post tapi boleh yaaa. It's just too good to pass and I was very happy and excited when this even was conducted.

So...setelah sekian purnama tidak bertemu dengan para emak - emak keren anggota KEB due to a lot of excuses and reasons,-  in the name of kesibukan, pekerjaan dan life with all its ups and down as well as being away from Indonesia, akhirnya saya bisa memastikan untuk hadir di peringatan HUT ke-12 KEB yang diselenggarakan di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Ristek. Tentunya saya super duper happy


Temu Kangen Seru di Perayaan HUT ke-12 Kumpulan Emak Blogger 


Buat saya, KEB selalu memiliki tempat istimewa di hati, karena inilah rumah perdanaku sebagai blogger. Kalau dipikir -pikir, saya ngga pernah menyangka akan menjadi bagian dari keluarga besar Emak - emak Blogger yang keren dan penuh inspirasi. Berawal dari hobi bercerita yang dituangkan dalam berbagai notes, laman digital di masa itu, seperti Friendster dan Multiply, ternyata terus berlanjut hingga sekarang. Itu dimulai tahun 2008 saat saya berada di Geneva, Swiss, lalu berlanjut pindah ke platform blogger di tahun 2011 dan sampai sekarang lho. Buat saya, konsistensi ini sangat berharga dan juga menunjukkan keseriusan dan kebahagiaan yang saya dapatkan dari blogging. Seru!

So, long story short, saya berangkat dari rumah dengan semangat tinggi menuju venue di Perpustakaan Dikbud di daerah Senayan. Little did I know bahwa pada saat bersamaan sedang ada perayaan ulang tahun NU yang membuat seantero Senayan penuh padat macet merayap LOL. Saya akhirnya berhasil menembus kehebohan jajaran bus yang memadati ruas Sudirman dan datang ke tempat acara walaupun terlambat sekali. 

Untungnya, saya masih sempat mendengar paparan dari 3 pembicara terakhir, sambil diselingi temu kangen dengan banyak teman - teman blogger yang sudah lebih dulu tiba. 

Saat mba Zata Ligouw sharing mengenai personal branding..

Banyak isu menarik yang dibahas dalam sesi kali ini, seperti peran perempuan dalam menciptakan inovasi di ruang digital; akses di ruang digital; langkah menjadi Live Steamer; dan personal branding. Yang jadi pembicara pun keren - keren, ada mak Mira Sahid, Thata Apriatin; Zaitun Hamid dan Zata Ligouw.

Yang pasti, aku super happy karena bisa ketemu para blogger dari aneka kalangan, termasuk teman- teman yang lama malang melintang di dunia blogger, teman - teman yang baru bergabung dan berjumpa belum lama, maupun mereka yang selalu aktif di media sosial. Ada jajaran pengurus KEB saat ini (hugs hugs Makpon Mira, Makpuh Injul, Makketu Rach Alida, Mak Chichie, Mak Chie Myra Anastasia dan lainnya), pengurus KEB dari periode sebelumnya seperti mak Icus Sumarti Saelan, Mak Sari, Mak Vema, plus blogger - blogger yang selalu aktif seperti Mak Rien, Mak Icha, Mak Icus, Mak Irul, Mak Gusti Yeni, Mak April, Mak Alaika, Mak Hani, dan masiiiih banyak lagi. 


Selesai acara talkshow, kita pun lanjut dengan makan siang dan menikmati konsumsi yang telah disiapkan oleh panitia. Sambil makan siang tentu lanjut dengan foto - foto yang, buat saya, tiada henti. Really use my time to reconnect with many of our fellow bloggers. Dan juga ada Bunda Yati. salah satu blogger senior yang menjadi idola dan inspirasi kita semua. Alhamdulillah Bunda Yati masih sehat yaaa dan bisa bergabung dengan kita saat itu.

berpose bersama makketu Rach Alida dan Bunda Yati..

Ada Mak Irul juga yang sudah datang jauh - jauh dari Jogjakarta. Selama ini, kami banyak ngobrol di Whatsapp group atau berinteraksi di blog saja.
 
bareng Mar Irul sayang..


Once we're done, acara ditutup dengan pengumuman berbagai pemenang, mulai dari pertanyaan terbaik, kostum terbaik, penghargaan dan juga keseruan - keseruan lain, seperti penyerahan token of appreciation for all the sponsors as well resource persons. Alhamdulillah aku mendapat hadiah the best costume yaaay.. lumayan hadiahnya dapat voucher dari Indomaret dan juga point di GetPlus yang bisa dipakai untuk berbelanja juga. 

Cheers.. sukses terus yaa KEB..

All in all, it was a happy and exciting day for me. Being back to Jakarta and reconnecting with all my friends gives me such a warm feeling. I sincerely hope that soon I can come and join more events and activities from KEB. 

All the very best dan sukses selalu ya untuk KEB tercinta. 

bareng Mak Injul dan Makpon Mira..






Minal Aidin Wal Faidzin




 ‎ﺑِﺴْــــــــــــــﻤِﺎﻟﻠﻬِﺎﻟﺮَّﺣْﻤَﻨِﺎﻟﺮَّﺣِﻲْــــــــــــــﻢِ

‎ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Dearest all our friends and families..

🙏💜🙏💜🙏

 

Kami sekeluarga mengucapkan 

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1445 H

Mohon ma'af lahir batin

Taqobbalallahu minna wa minkum 

Shiyammana wa shiyammakum

Barakallahu Fiikum


Idul Fitri 1445H
Cheers from the Frakarsas and the extended family

Semoga Allah SWT  melimpahkan rahmat, ampunan dan hidayah-Nya kepada kita serta menerima segala amal ibadah dan budi baik yang kita lakukan. Tentu saja doa kita semua agar kita bisa dipertemukan  kembali dengan Ramadhan berikutnya. 

Aamiin Ya Mujibassailiin 🙏

Bagaimana cerita lebaran teman - teman semua? Nanti aku share di post berikutnya yaaaa

‎وَلسَّلاَمُ  عَلَيْكُمُ وَرَحْمَةُاللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

💜 Indah, Rudi, Bo et Obi  Frakarsa 💜

Indahnya Bulan Suci di Tanah Air Tercinta


Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Apa kabar semua...
Semoga selalu sehat dan dalam lindungan-Nya.


Let me extend my warmest greetings to all you, my dearest friends and family. who observe Ramadhan, wherever you are. I hope it's not too late to do so considering that we have reached almost at the end of Ramadhan!

Every year, My family and I are blessed to be given the opportunity to once again observe this wonderful, holy month. We are joyfully welcoming Ramadhan, the auspicious month where our soul is spiritually awaken.. This is the very moment where forgiveness, humility and benevolence are the spirit we all keep within ourselves and reflect them on our daily deed. Hoping that it will make us a better person.

kesempatan beribadah di Masjid Istiqlal Jakarta saat Ramadhan 1445 H


We are super grateful that we can definitely enjoy Ramadhan this time at home. Kami sangat bersyukur karena bisa menikmati indahnya bulan suci di tanah air. Frankly speaking,  nothing beats the feeling and the vibe of being at home, especially for Ramadhan. Setelah menjalani ibadah puasa dan merayakan Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha di banyak negara, beneran tidak ada yang mengalahkan keseruan dan kebahagiaan saat merayakannya di Indonesia. 

But don't get me wrong ya. di mana pun berada, kami sekeluarga tentu saja senantiasa bersyukur dan berusaha untuk menjalankan ibadah di bulan suci sebaik mungkin. But then again, kalau boleh memilih, nuansa Ramadhan di tanah air Indonesia memang tidak tergantikan.

Saya ingin berbagi indahnya Ramadhan di Indonesia yang selama ini kami sekeluarga rasakan. Terntu saja, buat banyak teman - teman semua, menikmati Ramadhan setiap tahunnya akan selalu istimewa. Buat kami, semuanya terasa lebih istimewa karena kami memiliki kesempatan untuk merayakannya di temapt atau negara lain di mana muslim adalah kelompok yang minoritas.

Suasana dan dekorasi Ramadhan di salah satu pusat perbelanjaan besar di Jakarta, Indonesia
Satu hal yang pasti, indahnya Islam dan kebersamaan menjadi semangat terbesar di bulan suci ini, ditambah dengan berbaia niat baik dan keinginan untuk selalu berlomba-lomba berbuat kebaikan, berbagi dengan sesama, saling mencintai dan mengasihi sesama, terutama mereka yang kurang beruntung. 

1. Quality time dengan keluarga besar

Salah satu kenikmatan terbesar yang saya nikmati selama Ramadhan adalah menjalankan kebersamaan dengan keluarga tercinta. Mulai dari bangun sahur dini hari, makan bersama saat sahur maupun berbuka puasa, hingga beribadah bersama secara berjemaah dan mempersiapkan hidangan bersama. 

Kami yang biasanya sibuk jadi bisa duduk bersama di banyak waktu. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya yang belum tentu bisa bertemu di hari - hari biasa, jadi bisa meluangkan waktu untuk berbuka puasa dan beribadah bersama. Karena kantor - kantor di Indonesia menerapkan jam kerja yang sedikit lebih pendek saat Ramadhan dibandingkan hari - hari biasa, kami pun bisa pulang lebih awal punya cukup waktu untuk berada bersama keluarga besar.


2. Beribadah dengan lebih khusuk

Alhamdulillah, saat di tanah air, saya dan keluarga merasakan betul indahnya berbagai ibadah di bulan suci. Pastinya, kami bisa beribadaha dengan lebih khusuk karena memang suasana dan prasarana sangat mendukung, dan tentu saja karena hampir semuanya menjalankan ibadah yang sama. Suasana Ramadhan sangat terasa di mana - mana.

Panggilan sahur di pagi hari, merdunya adzan, indahnya murrotal pengajian dan gema beduk yang bertalu - talu menandakan waktu berbuka mungkin terdengar biasa saja untuk banyak orang, tapi kami sangat menikmatinya karena keindahan ini tidak selalu bisa kami nikmati saat tidak berada di Indonesia. 

menunaikan Dhuha di Masjid Is

Selain itu, karena sebagian besar masyarakat Indonesia menjalankan puasa, godaan dari yang tidak berpuasa juga lebih sedikit. Lain halnya ketika hanya sebagian kecil dari kita yang berpuasa sementara yang lainnya tidak ketika berada di negara yang penduduknya banyak non-muslim. Walaupun sebenarnya juga hal ini tidak mengurangi semangat ibadah dan berpuasa, tapi kembali, suasana yang mendukung akan membuat kita bisa lebih fokus dan khusus beribadah pada-Nya.

3. Ziarah kubur ke orang tua dan keluarga tercinta

Saat berada jauh dari tanah air, kebiasaan ini yang tidak bisa kami lakukan. Namun saat berada di Indonesia, terutama jika kembali ke Lampung, kami berkesampatan untuk melakukan ziarah kubur ke orang tua dan anggota keluarga tercinta yang telah mendahului kita. 


Makam almarhum kakek dari almarhum papa yang kami kunjungi di Lampung


Tentu saja doa bisa dikirimkan kapan saja dan dari mana saja, namun ada perasaan yang berbeda saat bisa berada di kuburan Papa, ayah ibu mertua, kakek nenek dan keluarga besar yang telah mendahului kita semua. Ziarah kubur juga mengingatkan kita bahwa ada kematian yang akan menunggu kita semua, terlepas kita siap atau tidak. 

4. Menikmati masjid dan mushola, tempat beribadah umat Islam

Indahnya mendengar suara beduk bertalu - talu dan kumandang adzan di setiap waktu sholat menambah syahdunya bulan suci Ramadhan. Ini juga hal dasar yang begitu mudah ditemui di tanah air, namun menjadi kemewahan tersendiri saat berada di luar negeri karena memang tidak semua negara memperbolehkan berkumandangnya adzan sebagai penanda sholat bagi umat Islam. 


usai beribadah shalat Isya dan tarawih bersama keluarga besar di Jakarta

Ramadhan kali ini, saya berkesempatan beribadah di Masjid Istiqlal, beberapa mushola di hotel dan malls, serta tentu saja di rumah. Ada rasa bahagia dan nyaman tersendiri saat bisa menundukkan diri pada Sang Maha Segala di tempat - tempat ibadah ini. Senang melihat banyak tempat ibadah yang bagus, nyaman dan sejuk di Indonesia. Nah, saat berada di negara - negara lain yang pernah kami datangi dan tinggali, tempat ibadah bagi kaum muslim untuk publik memang tidak terlalu banyak.

5. Takjil War, Berburu makanan minuman untuk takjil 

Takjil War, atau saat berburu makanan dan minuman untuk takjil, menjadi salah satu keunikan yang dijumpai di Indonesia. Hampir bisa dipastikan, setiap daerah memiliki tempat- tempat dan pusat jualan makanan minuman takjil yang selalu ramai oleh para pemburunya, seperti saya.


hidup gorengaaaan... godaan setiap berbuka puasa 

Takjil sendiri, dari beberapa sumber terbuka yang saya baca, sebenarnya berarti mempercepat atau menyegerakan dalam berbuka puasa.  Takjil kerap diartikan sebagai makanan atau minuman berbuka, padahal artinya berbeda.
Well, yang pasti, keseruan untuk berburu makanan minuman takjil itu yang menjadi kegiatan khas saat Ramadhan. Aneka makanan dan minuman khas Indonesia maupun dari berbagai daerah dan belahan dunia lain bisa dijumpai. Banyak makanan dan minuman favorit yang diminati banyak orang, sehingga antriannya mengular. Tapi saat makanan dan minuman yang diinginkan bisa didapatkan, rasanya bahagia banget. 

Menu berbuka bersama di RM Patin H. Yunus saat di Pekanbaru, Riau

7. Kehebohan buka bersama atau Bukber

Kegiatan buka bersama atau biasa disebut bukber kerap menjadi bagian dari kegiatan di bulan suci Ramadhan. Memang waktu berbuka bersama kerap dihabiskan bersama keluarga dan teman - terman, termasuk biasanya dengan rekan - rekan kantor. We did the same thing, dan kali ini saya sempat melakukan buka bersama dengan rekan - rekan kantor dan juga kolega kerja. 

buka puasa bersama teman - teman sekantor


Walaupun tidak terlalu sering, tapi kegiatan buka bersama memang seru meskipun perlu persiapan yang baik. Paling tidak jika di Jakarta, perlu booking tempat jauh - jauh hari dan pastikan berapa orang yang akan ikut maupun menu yang akan dipesan. Bahkan di beberapa restoran, waktu untuk makan pun dibatasi. Karenanya kita harus betul - betul mempersiapkannya. Untuk keluarga, kami lebih memilih untuk melakukannya di rumah supaya bisa tenang berbuka dan juga melakukan ibadah sholat bersama.

Alhamdulillah kegiatan buka bersama lancar semua dan senang bisa berkumpul dengan banyak anggota keluarga besar yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

buka puasa bersama keluarga besar di Jakarta..

Pasti teman - teman juga punya banyak pengalaman berburu makanan dan minuman takjil serta buka puasa bersama kan? Boleh share di komentar ya..

Berbuka bersama dengan anekan makanan Korea halal di Jakarta, Indonesia


Itulah sebagian keseruan dan berkah Ramadhan yang bisa kami nikmati di tanah air. 
Beberapa tahun sebelumnya, saya sempat berbagi keseruan saat menunaikan ibadah puasa di negeri lain, terutama di Selandia Baru, New York dan Geneva,  di mana kaum muslim adalah kaum minoritas.

Berkah  Ramadhan di tanah air memang begitu banyak. Rasanya tak henti-hentinya kita perlu terus bersyukur dan bersyukur atas nikmat-Nya. Semoga semangat tinggi untuk beribadah dan berbagi kebaikan, serta refleksi diri atas segala tindak laku selama satu tahun berjalan, bisa terus dilakukan dan dipertahankan, meskipun bulan Ramadhan berakhir.

Semoga Ramadhan teman - teman menyenangkan dan izinkan saya dan keluarga menyampaikan Selamat Hari Raya Idul FItri, mohon maaf lahir dan batin.

Wassalamammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh




A Solemn Ramadhan for All of us


Alhamdulillaaaah..

Ramadhan is here...


Sungguh suatu kebahagiaan bisa kembali dipertemukan dengan bulan penuh rahmah yang senantiasa dirindukan umat Islam di seluruh dunia.
Bulan penuh rahmat dan ampunan-Nya.

And what makes it special is that we are observing it here at home.
Di Indonesia, tanah air tercinta.

Tidak ada yang memberi kebahagiaan lebih dibandingkan menikmati segala kebaikan Ramadhan bersama keluarga besar tercinta, di tengah berbagai keistimewaan di bulan luar biasa ini.

I am humbled to share this auspicious time with my beloved family.

Semoga teman - teman di mana pun berada juga bisa menikmatinya ya.
Mari kita sambut Ramadhan dengan penuh suka cita.

Karena Ramadhan adalah bulan di mana Sang Maha Penyayang memberi begitu banyak keistimewaan bagi umat-Nya yang paham dan takwa.
Ramadhan adalah bulan di mana ayat-ayat suci Al-Quran diturunkan.
Ramadhan adalah bulan saat malam lailatul qadar, malam yang lebih baik dari 1000 bulan, menjadi bagian darinya untuk orang - orang yang dipilih-Nya.
Ramadhan adalah bulan ketika setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga terbuka lebar untuk kita semua tanpa terkecuali, termasuk orang - orang terkasih yang telah mendahului kita semua 
Ramadhan adalah bulan baik yang insya Allah menjadi saat terindah ketika doa yang dipanjatkan akan dikabulkan Sang Maha Segala
Ramadhan adalah bulan yang membuat saya merindukan almarhum papa dan keluarga besar yang telah mendahului kami the most..
Ramadhan adalah bulan penuh ketenangan yang perlu dilalui dengan ketenangan, penuh rasa syukur, dan berserah diri.

Tahun ini, kami menikmati Ramadhan di tanah air tercinta dan alhamdulillah, sebelum bulan suci ini dimulai, kami berkesempatan untuk pulang ke Lampung saat long weekend. I have to admit that it's always great to be back home.  Walaupun tidak lama, kami sempat berziarah ke makam orang tua tercinta, juga kakek dan nenek. Plus bertemu sebagian keluarga besar dan menikmati kebersamaan. 

Al-fatihah untuk papah..


This is really something that we miss a lot when we live abroad, far from the big families. Sekedar makan di restoran favorit dan jalan ke mall ternyata cukup membuat hati ini hangat, senyum berkembang karena senang. Kami sempat mampir di Mie Multi Lampung, yang menjadi kegemaran kami semua, plus juga menyusuri MBK untuk melihat keseruan di Lampung dan juga Obi et Fia, the cousins, were spending some times in the playground there as well. It's just priceless. 

Semoga teman - teman juga sempat menghabiskan waktu bersama orang - orang tercinta ya. I sincerely hope kita semua selalu berada dalam berkah dan cinta-Nya.

Have a solemn Ramadhan.

 

A Joyful Trip Back to Indo Tempeh Christchurch


Welcome to Indo Tempeh, Christchurch 

Hi everyone...

Welcome back dan semoga semua sehat - sehat selalu yaaa.

Now that we're back to Jakarta, Indonesia, I would like to share more stories and experience while we were living and exploring Aotearoa, New Zealand. I realized that I haven't really share that much, not as much as the memories that we take home from there.

One of the them is when we managed to visit Christchurch and hunt for Indonesian food. Yes, food from home is always comforting and that is why whenever I can, I always look for them or make them at home. 

Mba Nana, the owner, and I..

In Christchurch, we have many Indonesians residing there so naturally, we also have many Indonesian restaurant there. Welcome (back) to Indo Tempeh, my number 1 go-to Indonesian food corner whenever I come to Christchurch.


Nasi Rendang, anyone..

Indo Tempeh is located in Riverside Market, Christchurch,- pretty much in the city center. The restaurant serves halal, authentic Indonesian food, including vegan menu. As it is strategically located in the Riverside market, many visitors can easily come and stop by.

Whenever we come to Christchurch, - in my case, I came here 5 times during my stay in Aotearoa, New Zealand, - we also stop by here. I even brought many food from here back to Wellington and bring extra during our road trip in the South Island.

I really like the food here. Not only that they are delicious, the menu are halal and authentic as well. As you can see from some of the photos, there are so many wonderful menus being offered. 


Mixed green & yellow rice with crispy fried chicken and Tempe bacem, my favorite 

Here we can have beef rendang, ayam kremes (deep fried chicken with crunchy battered eggs and flour), sayur nangka, risoles, and many more. As you can see, since they mainly produce tempe or soybean cake, various tempe cooked in many ways (sweet, spicy, and/or deeply fried with crunchy flour) are also available. In addition, you can also enjoy turmeric/yellow and pandan/green rice. Super yummy!


The good thing is,  Indo Tempeh also have great vegetarian option , with jackfruit in coconut milk soup and various tempe or soybean cakes. As I mentioned above, there are many delicious choices, including tempe bacem (fried sweet tempe with palm sugar, coriander and herbs), tempe mendoan (deep fried tempe with flour, spices and spring onion), or spicy tempe.

Some choices of Tempe

In addition, they also sell peyek or crispy rice flour chips with peanuts and kering tempe or sweet and spicy fried tempe. They are indeed my favorite as well!


A pack of peyek & kering Tempe 

The last time we came here, some of the tables are available near the stall but on first come, first serve basis. I always manage to get the table for brunch, lunch or dinner. Well, sometimes, I have to patiently wait before we can get enough space for the four of us, or even more as we also came here in groups. 

I know the owner, mba Nana, quite well, as I met her many tomes. We have been in touch through whatsapp as well as I have ordered fresh tempe several times. Mba Nana is one of the stellar examples of successful Indonesian entrepreneurs in Aotearoa New Zealand. She has successfully promoted Tempe and sold it in many supermarkets in New Zealand. Her vegan catering services are also quite famous. So proud of her!

Happy faces after eating delicious Indonesian food

Paid parking is available for Riverside  Market, including for disabled. The market is also disability friendly with accessible entrances and toilets for disabled as well. For sure it is usually packed during rush hours and weekend. Sometimes we have to be patience for a while as we wait for the parking spot.

Can't wait to be back here again!

Make sure you don't miss this place whenever you visit Christchurch.

See you in the next adventure!


Nga Mihi, Aotearoa

 736 days.

Two years and 6 days.

That's the time when us, the Frakarsas, stayed in Aoteroa, New Zealand. 

The land of long, white clouds is really leaving some long-lasting, wonderful memories for the four of us. 


Saying hello from Aotearoa..

Back then in November 2021, arriving in the middle of COVID-19 and lock-down, we certainly had to go through certain procedures that required a lot of preparation and coordination. By the time we landed in this land of Kiwi, we knew it was going to be another unforgettable chapter for us.

Then came along the orange setting and all the adjustment as well as protocol we all have to go through during the pandemic. I remember we all are required to have a pass to actually go out and scan the QR code to 'log in' wherever we go, including to the office and public places. I have to say New Zealand came slightly later when it comes to the obligation to wear mask whenever you are at the public places, while many countries like Indonesia has implemented that policy for quite some times. Even with all the prudent measures taken, we still got infected by COVID-19 in Aotearoa New Zealand. Well, I set the record of being positive with COVID-19 4 times,- twice in Indonesia and twice in New Zealand, together with Rudi and the kids. Not that I'm proud of it but looks like this is destined to be part of our journey here. Alhamdulillah everything went well and we all were in good condition with no further long term health concerns.



Well, back to our short journey in Aotearoa..


I say short because I am usually posted in countries longer than my designated assignments. Geneva and New York were the examples of that. Instead of 4 years,- my full terms, this time my family and I only stay for two years. Opportunity knocks and I was appointed as one of the new directors in my ministry. Originally, I was assigned until 2025 or even January 2026. But since the beginning of the procedures that I have to go through for this particular position, it has been a family decision. Well, we sat down with the kids and talk a lot about the decision and the implications if I got the job. And now, here we are.. back to Jakarta, Indonesia.

Cheers from the Frakarsas

TO BE CONTINUED

Happy Happy New Year

Hello, 2024!

Wishing everyone a wonderful year of 2024, filled with blessings, endless joy. health and happiness!

Cheers for brighter days ahead. Semoga kita semua selalu dikaruniai yang terbaik dari Sang Maha Segala. 

Cheers from the Frakarsas


It's been an unforgettable 2023 for #thefrakarsas, as we enjoyed our last year in Aotearoa, New Zealand, before moving back to Indonesia.  So many things have happened and for sure, many places visited and wonderful people,- those who became parts of our family,- we met along the way. Pertinent decisions were made in 2023 as well, including those that will change and heavily impact the course of our lives.

2023 has taught us many things as well, including how we, the Frakarsas, all depend on one another, while at the same time supporting each and everyone of us. 
one of our wonderful trips at the South Island, New Zealand

We made many important decisions this year, especially those related to the future of the kids. We have arrived at the point when we will be physically separated in order to pursue our dreams. Bo and Obi are growing up and my husband and I have to definitely work on next phase of our lives. 

will certainly miss my boy..

The plan is for Bo to continue his study in Aotearoa New Zealand and Obi for the the time being will stay with us in Indonesia. Obviously, with the help of technology and all the facilities we can utilize nowadays, space and distance won't be problems anymore. Bismillahirrahmanirrahim, insya Allah semoga semua jalan dilancarkan dan mohon doanya ya teman - teman. 

first time touching the Llama :)

I have been blessed with so many great things that I might not be able to dwell on one by one. For sure, we started 2023 at that time with a great vibe and unforgettable trip to the Northern part of New Zealand. 

Then along the year, I managed to visit 9 countries, without me realizing it. I managed to visit, among others, Samoa (for the very first time!), came back to Cooks Islands, Australia, Japan, Singapore, Turkey, Switzerland and of course, Indonesia! Not to mention many parts of beautiful Aotearoa, New Zealand.



At the same year, I also have to move to 3 houses! One of the records during my existence and career. And for the first time ever, I travelled back home with my mom and my son with 17 luggages as the same time! Hah... never have I thought it would happen to me ever!  For the first time, the Frakarsas went on 6-hour hiking and tracking. For the first time as well, we cooked layers cake or lapis legit, and it didn't work well LOL. Well, so many 'first time' that we experienced here in New Zealand and beyond. Well, so many 'first time' that we experienced here in New Zealand and beyond.



So, that's a little story I have in the beginning of 2024.

I will certainly share more about all those experiences and hope to see you around on the next post!