17 Jam Saja...



Ramadhan Kareem


"Mommy, is it the time yet?..."
Waktu sudah menunjukkan pukul 8. 20 malam. Dan langit mulai memperlihatkan semburat lembayung.
"Eleven more minutes, Bang...and better get yourself ready ...

Alhamdulillaaaah...
Sebentar lagi sudah waktunya berbuka...
Tidak sabar rasanya mendengar bedug.

Eh, nanti dulu...denger bedug di mana? 


Selamat menunaikan ibadah puasa yaaaaa :)

Tidak terasa, kita sudah memasuki hari ke-delapan di bulan suci Ramadhan kali ini.
Tahun kedua bagi kami untuk menjalani bulan penuh berkah ini jauh dari tanah air.

Seperti biasa, Ramadhan selalu membuat saya sukses menjadi melankolis.
Yah, agak-agak cengeng sedikit :)..
Soalnya rindu pada keluarga dan tanah air makin tak terperikan.
Berbagai hal sederhana yang biasa kita lakukan bersama di Indonesia memang hampir dikatakan sulit ditemui di New York, termasuk merdunya suara bedug yang bertalu-talu menandakan waktunya berbuka. 
Atau bunyi kentongan pak satpam di tiang listrik sambil teriak sahuuur sahuuur untuk membangunkan kita. 
Juga suara azan yang berkumandang dari speaker masjid di depan rumah, lengkap dengan bunyi kresek-kresek saat mikenya dinyalakan maupun hela nafas sang muadzin.
Belum lagi serunya ngabuburit, berburu takjil, atau taraweh bareng di masjid atau mushola dekat rumah.

I know... di jaman canggih seperti sekarang kalau hanya mau mendengar bedug atau azan, kita bisa mendapatkannya di smartphone kita. Berbagai aplikasi canggih bisa memberikan itu semua.

Tapi tetap tidak ada yang menggantikan syahdunya suasana Ramadhan di Indonesia. 

Don't get me wrong...
I'm not trying to complain about this holy month that only comes once a year. 
On the contrary, I feel so blessed to have the opportunity to devour myself again to all the goodness and blessings Ramadhan brings.

Tapi Ramadhan di luar tanah air memang berbeda, jika tidak bisa dibilang menantang :).
Misalnya Ramadhan kali ini.
Kebetulan di belahan bumi tempat saya berpijak saat ini tengah memasuki musim panas.
Musim di mana matahari bersinar dengan gagah dan senang berlama-lama menyapa kita.
Ya...siangnya panjaaaang aja :).
Walaupun banyak tempat lainnya, seperti negara-negara Eropa dan Skandinavia, misalnya, yang mengalami siang yang lebih panjang, tapi lumayan juga puasa di New York. Hampir 17 jam..atau tepatnya sekitar 16 jam 43 detik, kalau berdasarkan chart di bawah ini :)


NY urutan berapaaa yaaa...
pic is taken from here
Buat kita yang sudah terbiasa berpuasa, insya Allah kuat kok. 
Memang sepintas rasanya panjang sekali yaaa 17 jam, but once you are on it, you'll get used to it. 

Tapiiii...(kok tapi lagi sih ;p)...panjangnya waktu siang bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi. 
As you all know, di sini muslim memang minoritas, walaupun komunitas muslim sendiri banyak menyebar di seantero NYC, termasuk komunitas muslim Indonesia. Selama Ramadhan, kegiatan sehari-hari pun terus berjalan, termasuk bekerja, sekolah dan rutinitas lainnya. 

Di kantor saya sendiri ada penyesuaian jam kerja, menjadi jam 10 pagi - 5 sore. Buat saya, ini tidak begitu berpengaruh karena jadwal jam sidang di UN tetap samaaaa tuh :).  Jadi, meskipun teman-teman yang sedang tidak ada sidang pulang pukul 5, kami jam 6 sore masih berjuang :). Tapi di satu sisi, saya merasa terbantu karena waktu jadi terasa berjalan lebih cepat. Paling tiba-tiba merasa kenapa badan jadi lemes ya? Ternyata memang sudah malam walaupun masih terlihat terang benderang.

Kalau melihat orang makan atau minum mungkin tidak begitu mengganggu ya, paling tidak untuk saya. Untuk Abang Bo, seringkali ini menggoda sekali dan terlihat bahwa dia mencoba untuk menahan diri dari rasa lapar dan hausnya. Kebayang kalau sedang lunch break di sekolahnya. Hmmm...

Selain itu, mengingat sekarang tengah musim panas, pemandangan 'cantik' juga makin bertebaran, seiring dengan makin minimnya pakaian yang dikenakan oleh banyak orang, baik laki-laki maupun perempuan. Buat saya, mungkin hal ini tidak begitu mengganggu karena saya memang jarang memperhatikan. Tapi suami saya sudah wanti-wanti untuk tidak (terlalu sering) mengajak dia jalan-jalan  untuk mengurangi godaan yang satu ini. Bukan karena dia suka ngintip-ngintip yang seksi-seksi, tapi karena memang mereka yang banyak berseliweran di depan kita :).
I will definitely support you on this, my munchkin.

Satu lagi tantangan yang cukup 'berat' untuk suamiku adalah melihat dan berada dekat orang yang merokok. 
Walaupun sebenarnya saya senang sekali kalau Rudi bisa total berhenti merokok, tapi ternyata yang satu ini masih perlu waktu #alasanaja. 

Godaan berikutnya yang dihadapi adalah cuaca yang tidak selalu bersahabat. 
Minggu lalu, cuaca tembus 90 derajat Farenheit atau sekitar 32 derajat Celcius. Kalau di Indonesia rasanya biasa aja ya cuaca segini, tapi di sini kok rasanya panas bangeeet. Jalan di atas aspal tuh seperti menyusuri oven yang tengah memanggang brownies (lebay bangeet yaaah :)). Jadi ingin ikut meleleh rasanya #eeeh. Mudah-mudahan ke depan panasnya agak lebih bersahabat. Pernah beberapa hari sempat hujan, tapi yang ada malah jadi sumuuuuk banget. Hehehe...ini kok tidak ada bersyukurnya ya :). Maaf ya Rabb...

Untuk Bo, bujangku yang berumur 8.5 tahun, puasa kali ini dan juga tahun lalu memang lumayan terasa. Apalagi Bo masih harus bersekolah hingga 26 Juni ini, baru kemudian libur panjang. Di sekolah Bo, ada beberapa murid yang juga berpuasa dan guru mereka sangat menghormati anak-anak yang tengah menjalani ibadah di bulan suci ini. Mereka diberi kebebasan untuk mengurangi kegiatan fisik mereka. Selama sekolah, Bo sudah 'bocor' dua kali. But other than that, Bo selalu menjalani puasanya dengan penuh. Alhamdulillaaah...juga lebih rajin sholatnya. 



Alhamdulillah juga Bo tidak pernah sulit bangun untuk sahur, paling tidak sampai saat ini :). Walaupun makannya tidak seberapa banyak, namun paling tidak no drama at dawn :).
Tapi seperti cerita saya di bagian awal, kalau sudah injury time alias makin sore, Bo juga makin rajin bertanya kapan waktu berbuka. Tidak jarang dia menjadi 'alarm berjalan' kami..karena rajin lihat jam dan bilang "yaaay...satu jam lagi.." atau.."yaaay, 5 menit lagi buka.." :). Dan ada yang lari duluan ke meja makan ketika azan berkumandang dengan merdu dari ponsel kami :p.

Bagaimana dengan Obi? 
Obi belum mulai puasa nih...walaupun kami sudah mengenalkan apa itu puasa dan mengapa kita menjalankan ibadah puasa. Berkali-kali Obi memang sudah bertanya puasa itu apa sih mah. Untungnya Obi juga tidak jail menggoda abangnya yang sedang puasa dengan makanan dan minuman. Mudah-mudahan Obi bisa segera mencoba berpuasa di bulan Ramadhan kali ini yaaa...Perjuangan kita mulai dengan membangunkan Obi sahur tanpa 'huru-hara' :)

So, bagaimana triknya menjalani ibadah puasa jauh dari tanah air dan keluarga besar tercinta? Boleh yaaa saya berbagi sedikit tips sederhanayang kami jalani selama di bulan suci yang penuh berkah ini.

1. Kuatkan niat..

Niat, niat, dan niat. Semuanya bermula dari niat. 
Hanya karena niat kita untuk bertakwa dan mohon ampun pada-Nya.
Kalau karena puasa kita menjadi lebih sehat, lebih kurus, dan lebih tenang, itu semua adalah bonus-Nya.
Hal ini juga yang saya coba camkan kepada anak-anak, untuk tidak lupa membaca niat berpuasa sebelum tidur, juga menjelang sahur. Dan tanamkan dalam hati bahwa kita berpuasa karena niat kita untuk menjalankan perintah-Nya dan mengharap ridho-Nya.

Seringkali teman-teman non-muslim saya, termasuk dokter di klinik kanker saya, tidak habis pikir bagaimana kita bisa kuat berpuasa di tengah musim panas seperti saat ini. Rasanya tanpa niat yang teguh ini, kita pasti kesusahan untuk menunaikan ibadah puasa.

2. Banyak minum air putih

Ini penting sekali...apalagi di tengah cuaca yang panas. Walaupun saya seringkali tidak bisa memaksakan minum air putih yang banyak saat sahur. Kalau waktu berbuka tidak begitu bermasalah karena waktu yang tersedia panjang. Biasanya saya mengakalinya dengan bangun lebih awal untuk sahur. Ini memberi waktu cukup untuk kami minum cukup air tanpa terburu-buru sehingga perut pun tidak kembung :). Saya juga selalu mengusahakan minum dengan alkaline water atau air dengan pH basa tinggi. Rasanya tubuh jauh lebih fit :).

3. Konsumsi buah-buahan dan sayuran segar

This is my favorite. Pernah coba berbuka dan sahur dengan buah-buahan segar?
Super duper yummy...
Biasanya saya mempersiapkan banyak buah-buahan dan sayur segar untuk sahur dan berbuka. Favorit kami adalah mangga, semangka, kiwi, rasberries, dan strawberries. Alhamdulilah saat ini sedang musim dan rasanya manis dan segar.

Saat sahur, saya mulai dengan buah-buahan segar, tunggu sekitar 15 - 20 menit, baru kemudian menyantap sayuran segar. Seringkali saya seling pula dengan protein. Saya memang mencoba menjalani food combining walaupun masih suka bandel :). Dengan tidak makan nasi atau karbohidrat saat sahur serta memperbanyak mengkonsumsi buah dan sayuran yang kaya serat, saya justru tidak begitu merasa lapar lho :). 
Bener deh...silahkan dicoba :).

4. Sesuaikan aktivitas fisik

I go a little easy on myself during Ramadhan. No more running around chasing the subway atau grasak grusuk dan becicilan sana-sini :). Saya masih terus naik transportasi publik kok di sini, yang artinya akan naik turun tangga, pindah stasiun dan sebagainya. Tapi tidak lagi lari-lari atau mengejar bus yang sudah kelihatan mendekat, misalnya. Jadi, walaupun kita menjalani banyak aktivitas, tapi disesuaikan dengan level energi kita yang agak terbatas. 

5. Lindungi diri dari sinar matahari terik

Saat musim panas seperti ini, sepertinya susah ya menghindari terik matahari. Tapi bisa koook :). Meskipun terlihat aneh karena orang di sini justru sangat menikmati sinar matahari yang mentereng sementara kita berjalan di pinggir dan mencari tempat teduh, saya mencoba menghindari kejamnya sinar matahari yang biasanya langsung sukses membuat kita haus :).

6. Tetap toleran

Saat kita berada di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim, maka banyak teman-teman non-muslim yang tenggang rasa dan toleran dengan kita. Saat kita menjadi minoritas, saya kok merasa kita yang perlu tetap toleran. Maksud saya, jangan mentang-mentang sedang puasa terus sebel dengan orang yang asyik makan minum di depan kita  atau gregetan liat rok mini bertebaran di subway. Dengan tetap menjaga hati dan berpikiran positif, kita malah bisa berpuasa dan beribadah dengan lebih khusuk.

Banyak warga non-muslim di NYC yang juga menghargai kita yang tengah berpuasa, walaupun banyak juga yang tidak begitu aware. Namun saat kita jelaskan, mereka biasanya mengerti. Dan tidak sedikit yang kagum, kok bisa kuat menahan lapar, dahaga, dan nafsu lainnya di tengah musim panas seperti saat ini :). Bukannya mau sok-sokan yah atau berbangga diri ya, tapi memperkenalkan segala perbedaan dan makna puasa ini justru membuat mereka pun menaruh respek pada Islam yang damai. Alhamdulillah saya tetap mengantar Obi menghadiri ulang tahun temannya yang non-muslim dan mengikuti graduation ceremony tanpa masalah. Hanya breakfast meeting saja yang lewat...soalnya kepagian :).

7. Nikmati ibadah puasa ini 

Kalau ini, saya serahkan kepada teman-teman untuk cara terbaik menikmatinya. 
Dan tentu saja memaksimalkannya dengan baik., dengan perbanyak ibadah, mendekatkan diri pada-Nya dan juga orang-orang tercinta. Aaah..saya jadi makin kangen dengan mama, adik-adik dan semua :).

Saya yakin bahwa kita bisa menjalani ibadah puasa kali ini dengan lebih baik dan lebih baik lagi dari Ramadhan sebelumnya. Setuju?

Selamat berpuasa yaaa semuaaaa...
Semoga kita semua bisa kembali fitrah usai menunaikan ibadah puasa di bulang yang lebih baik dari seribu bulan ini.

WW : Lady Gaga and Tony Bennett Cheek to Cheek concert

Last Monday, my friend and I got a chance to watch Lady Gaga and Tony Bennett Cheek to Cheek concert at Radio City Music Hall, NYC.

Nothing else to say but what a brilliant performance!

                           

I will get back for more details on that lovely concert :)

                                   

love the red dress :)
                          

they are dynamite indeed :)
Check out this video as well :).. Lady Gaga has a powerful voice for sure..



Join us on Wordless Wednesday and have a lovely bloghopping :)
                       




Happy father's day, Bapak...


It was almost 2 AM in the morning...
I suddenly felt my hubby, Udi, was waking up and rushing to the room next door. Obi, our daughter, was crying. She had a nightmare... And Udi's soothing words calmed her.  

The other day, Bo was enjoying his scooter. And Udi, being an avid biker, dilligently taught him some new moves and tricks with the scooter. At first, Bo was afraid. Well, jumping around with the scooter is not that easy but Udi, with his encouraging words, ensured Bo to be self-confident and try it safely. And after a few tries, Bo did it :).


As for me, there were countless moments where I couldn't do much with my munchkin's help and presence. Especially since I started my battle against breast cancer. 

Bapak, or father in bahasa Indonesia, our mother tongue, will always be our hero.
He might not be that 'cool' dad you see on TV but he is always there for all of us. 
Taking care of us...


And here's a simple tribute and our endless appreciation to our one-and-only Bapak, Rudi Frakarsa.  



We can never thank you enough, pak ...


Happy father's day, love...

International Day of Yoga

Anybody enjoys yoga here?

I can hear some say yes and nod their heads :). 
Even those who haven't tried yoga before, have probably heard of it. 

Yoga has been known as a unique set of exercises, derived from the ancient practices in India, aiming at finding the balance for our mind, body, and soul. Even more, yoga offers more "as a way to discover the sense of oneness, with yourself, the world and  nature," as quoted from H.E. Narendra Modi, the Prime Minister of India. 


                       

And the 21st of June has been declared as the International Day of Yoga. 

The international day of yoga
                           
With the unanimous adoption of the UN Resolution on the International Yoga Day, June 21st, which happens to be the solstice,-the longest day during the year, is declared as one. With solid supports from 175 Member States of the UN, GA Resolution 69/131 was successfully adopted. And last weekend was the first inaugural  of International Day of Yoga.

                              


The celebration took place at the United Nations Visitor Center as well as at Times Square.

Bo, Obi and I decided to come to the UN and Bapak dropped us there. It was a bright sunny Sunday indeed and as we arrived there, many have taken the seats and mats provided for the first celebration of the international day of Yoga. I was lucky I could squeezed myself in there between the students while Bo et Obi happily sat in the reserved section.

The celebration started with many speeches, I have to say :). 

some of the dignitaries...
With dignitaries like the Indian Minister of External Affairs, the 69th UNGA President, congresswoman, and the UN Secretary-General, the proceedings highlighted how yoga has and will continue to bring health, joy, peace and happiness to humankind.

Keynote address from the UN Secretary-General
We also saw some videos showcasing the beauty of yoga and its endless benefits.

After that, we had the priviledge of having Sri  Sri Ravi Shankar, one of the most renowned yoga gurus and the founder of the Art of Living, led us with some basic postures of yoga. Even the UN SG and Madame Ban joined us on their mats :).

Mr. and Mrs Ban Ki-moon were ready on their mats :)
It was a great celebration indeed.
Although it was a sunny bright morning and Bo and I were fasting, but we managed to enjoy this light exercise which suited our Ramadhan day.

It was too hot for Obi :)
As for me, I was introduced to yoga while I was studying in Melbourne back in 2007. 
Since then I have been a great fan, trying to work on it although I have some time off.

I am still amateur for sure, but always enjoy my yoga sessions at home as well as with some friends and instructors, especialy after series of treatments that I have to go through with my breast cancer. It certainly brings health, peace and joy for me. My hubby, Udi, ocassionally joins me and has the yoga session together. It's fun indeed..

So, do you like yoga as well? 

On my way back home...

One of the beauties of living in New York City is good public transport.

Back home in Indonesia, I was an avid user of public transports, too, especially TransJakarta or Busway. Well, in fact, wherever I go, I always try to maximize the public transports.

Why do I love it?
Because of course, it's handy.
The routes have been carefully planned to ensure that they cover many places, those spots visited most by people. Especially those popular tourist spots here in NYC, including parks, museums and shopping centers (alriteee :) ). Most of the subway lines run every 3 to 5 minutes, depending on the hours. During rush hours we definitely have more.

And it's cheap. 
Here in NYC, one trip costs you USD 2.75 as of 2015. It used to be USD 2.50 per trip. It allows us to make some transits using other modes of transportation as well, for example from subways to buses, within a certain period of time. I never notice it but I guess within 1 to 1.5 hour will be fine. Well, I guess I will share more posts on commuting with MTA here in NYC later.

So, with crazy traffic, extremely difficult (or expensive... You choose!) parking spots, and constant honking here and there, taking subways is indeed heaven. Well, at least for me :). There are times when they are not working properly or when accident happens, but it doesn't happen most of the time, so we're good.

Another thing I love from commuting is that it keeps me healthy for walking a lot and happy for seeing great landscape of the city.

Like last night...

Crysler Building...

Heading to Grand Central Station, Crysler Building is standing tall, greeting everyone before going down to the underground tunnel.

And I took one quick snap before catching my 7 train...

As we emerged from the underwater tunnel connecting Manhattan and Queens, a lovely city landscape welcomes us. This time with a huge sign of Silvercup Studio (where they shot scenes of Sex and the City series, among others ;) ), and Empire State Building afar.

Manhattan from a far.. taken from my subway window, with Silvercup Studio billboard and Empire State Building as a background..

Then, getting off the train, RFK Bridge was elegantly posed under the setting sun and the blue sky.

Now you see why taking subway is always enjoyable for me :).
Getting closer to home...
Do you like taking public transport as well?

Join us on Skywatch Friday and enjoy blue sky from many parts of the world..





Kaastengels a la Obi :)


yummy kaastengels

Cooking with kids can be fun!

Well, the kitchen might be messy but the joy of tossing the ingredients, stirring the dough and cracking the eggs is so overwhelming...
At least in my case :)...




Saya seneeeng bangeeet masak dengan anak-anak. 
Soalnya seruuu...dan mereka memang benar-benar bisa membantu lho. 
Walaupun resikonya adalah dapur jadi amburadul, waktu memasak relatif lebih lama dan seringkali hasilnya jadi tidak seperti yang kita harapkan hehehe.
Tapi melihat Bo et Obi antusias memecahkan dan mengocok telur, menakar tepung, atau menambahkan coklat lagi dan lagi ke dalam adonan kue, rasanya mengharukan hehehe. Bahagia melihat muka celemotan dengan tepung dan meja makan yang meriah dengan hasil karya mereka :). Belum lagi kehebohan dengan pernak-pernik memasaknya, mulai dari apron alias celemek sampai cetakan kue yang lucu-lucu :).

Yang pasti, anak-anak bisa membantu memasak dengan tetap memperhatikan keamanan. Safety first...
Jadi jika mereka membantu, ekstra hati-hati dengan benda panas, tajam dan yang berbahaya lainnya, seperti pisau, baki panggangan yang panas, api kompor atau oven dan sejenisnya.

Dan kali ini, kita mau share pengalaman waktu masak kue keju alias kaastengel.
I know..baru juga mulai puasa tapi boleeeh yaaah share resep favorit kami sekeluarga :).


My family really enjoys hearty meals and yummy munchies. As I need to be careful with sugar and preservatives, I usually cook myself. Well, if I arrive from the office a bit late, Bo et Obi can be very handy in the kitchen. But we usually cook a lot during weekends. And sometimes, Bo et Obi know exactly what they want, so mommy has to stand ready :p.

One of our favorite munchies is kaastengel. 
Cheesy cookies..or some might say, cheese stick. 
Kaas means cheese in Dutch and Kaastengel is quite popular in Indonesia, especially for Eid ul Fitr or Christmas.

But since we love them sooo much, we don't always wait for those special moments. 
We just bake them regularly...enjoying the cooking time with my kiddos.
Including now, as we are about to welcome Ramadhan, the holy month..


I was simply laughing out loud as they started measuring the flour and counting the eggs just like the professional chef. Let alone when they start rolling the dough and sprinkle more and more chocolate or spill the butter. 

For sure the kitchen will be a bit messy but we can always clean it :). But the joy of laughing and creating something together is beyond words. 

But don't forget to make sure everything is safe for them. 
Watch out for sharp, hot, and dangerous objects while cooking with the kids.

So, as Kaastengeel or the cheese cookies are ou favorite, we decided to bake them :).

And here's our simple recipe for Kaastengel from Nenek Lilies, my mom :).
Perfect for any ocassion, particularly Eid Fitr, after the holy month of Ramadhan.
Or even now, for your Ifthar or any occassions you like.

Oh my, we haven't even finished fasting for the first day yet :) 

Ingredients : 



Flour 400 gram (or as needed)
Cheese 250 gram or more, grated 

I usually have Swiss Gruyere, Edam and/or Parmesan...you can also use Gauda et Cheddar of course, whatever you love :). I love the matured cheese because it tas really good and smell wonderfully.
Egg yolks 4
Butter 350 gr 

I usually mix Wijsman, the Dutch canned butter that my mom loves to use soooo much, with margarine or buttery spread, such as I Can't Believe It's not Butter :))
Milk powder 200 gram 
If you like..to add the creamy taste) 
Corn starch 100 gram 
For extra crunchy cookies..

For garnish:
Grated cheese 150 gram or more, depending how generous you are garnishing the cookies
2 Egg yolks, whisked and mixed with butter (2 spoonfull)
Clean brush

You will need baking trays, dough roller, cookie cutters and parchment paper.

How to cook 

Here comes the fun :)

Mix the butter and egg yolks well using mixer, then add the grated cheese. Mix them well.
Then knead the mixture with flour and cornstarch, gradually, until they all mix well and become soft, well-blended dough. The best way of doing it is using our clean hands, so you can really feel it. But of course you can always use the spatula or wooden spoon.







Then roll the dough and cut them using cookie cutter you like.

The traditional shape is rectangles but as you can see, we choose the heart-shaped cookie cutters for this.

Place them onto the greased baking trays.



Then preheat the oven to 420 degree F while you brush the cookies with whisked egg yolks and butter and sprinkle the grated cheese on top. Some extra sprinkles will be fun :)

Once everything is ready, put the trays  and bake till they are beautifully done for around 20 minutes.

Oh my, it looks yummy indeed :).


What's your favorite family recipe? Do you like cooking it with your kids as well?



WW: UN Stamps First Day Cover

I am soooo excited with the latest UN Stamps First Day Cover...

2015 World Heritage - South Asia
Featuring, among others, Borobudur Temple in Indonesia :)

Borobudur Temple

What do you think ?
such a valuable collectible to those who love stamps :)

the complete set...

Join me on (almost) Wordless Wednesday and have a wonderful bloghopping experience..

Ramadhan Kareem

Ramadhan kareem..




In this auspicious occassion, allow me to extend the my family's warmest greeting to all our Moslem sisters and brothers...



Ramadhan kareem...
May Allah SWT's continued blessings will be bestowed upon us and our ibadah in this holy month of Ramadhan will get our hearts closer to Ya Rabb and erase our sins and wrongdoings in the past...

United Nations Rose Garden

"Look at the blue sky, smell the roses and enjoy life at its greatest.. "

Who wouldn't love to see the beautiful garden full or roses...

Well, I love roses..

And the UN Headquarters here in NYC has Rose Garden. 
Even from its name you can imagine colorful beds of roses of different kinds.

Taman bunga ini tidak seberapa besar, terletak di belakang Gedung Majelis Umum PBB. Karena letaknya persis di sebelah promenade yang memagari kompleks PBB dan Sungai East di kota New York, tidak heran kalau taman ini menjadi tempat favorit banyak orang, termasuk saya :).



Dan mulai akhir musim semi seperti saat ini, Taman mawar ini mulai berbunga dan cantik sekali...

sudah mulai layuuu karena panaaaas...
Overlooking the East River with Long Island City right across its backyard behind the General Assemby Building, this garden is truly a sanctuary for us who spend most of our time in this international institution negotiations wide range of issues from the International security to the right to food.



Imagine that there are more than 1.500 roses grow beautifully here..
The garden was presented by All-America Rose and has been adorning the UN Building since 1946. Quite a long time ago indeed.



And how I enjoy to read all those panels depicting the names of these hybrid roses..
All that jazz...ring a bell :)?
Names such as Singin' in the rain, Easy does it, All that jazz, Peace, Dreams come true, Moondance, Scentimentalia, and more always sucessfully put smile on my face. 
It has the information about the year it was originally planted as well.

Dreams come true...
Using my smart phone, I try to capture these beautiful shades of flaming red, yellowish white, bright orange, yellow, and in-betweeners :)






I love strolling around here...
just simply going out and having a break amidst the never ending meetings.

Rasanya bisa berlama-lama di sini, kalau tidak ingat masih banyak pertemuan yang harus dihadiri, pekerjaan yang diselesaikan dan hal-hal lainnya. 

cheeeers....

For sure, I will always come back here :). 
Usually in August - September, most of the roses are gone...but spring will always be back, so keep those hopes up.
See you around, United Nations Rose Garden...

it smells wonderfuuuuul...


Do you enjoy strolling around the garden as well? What's your favorite flower(s)?

United Nations Rose Garden

Join us on Skywatch Friday and enjoy more amazing photos from many corners of the world..


WW: Tugu Khatulistiwa at Pontianak, West Kalimantan, Indonesia


Equatorial Monument or Tugu Khatulistiwa at Pontianak, West Kalimantan...


Uniquely situatiated right on the equatorial line, this monument or tower is one of the landmarks in Pontianak, West Kalimantan, Indonesia.




Read the complete story here..
Join us on (almost) Wordless Wednesday and enjoy the bloghopping :)