Yang 'kan selalu kurindukan...

Drrrt, drrrrt...

"Teh...masih bangun apa dah bobo?"
"Facetime yuuuk...pengen liat Bo ama Obi, ngobrol ama kamu juga"
"Kamu gimana? kemonya uda selesai kan? udah enakan?.."
"Jangan lupa jaga kesehatan..."
"Juga berdoa...minta selalu ama Yang Kuasa, teh..."
"Yang penting yakiiin aja sembuh..."
"Aamiiiiiin...."

Malam itu, telepon genggam saya sibuk bergetar..
Mengantarkan pesan demi pesan berbalut cinta dan doa dari sosok mungil yang jauh berada di pojok dunia yang lain.

Mama...

Setelah beberapa hari badan rasanya rontok pasca kemoterapi ketiga yang saya jalani, saya memang harus istirahat dan bisa dibilang tidak melakukan aktivitas apapun. Tidak bekerja, tidak masak, tidak bisa konsen mengurus anak.... dan tidak ngeblog. Pokoknya, benar-benar menikmati badan yang sedang berjuang melawan racun yang dimasukkan untuk membunuh sel-sel kankerku. Segala rasa tidak enak yang campur aduk memaksa saya untuk banyak istirahat dan menghabiskan waktu di kamar tidur. 

Dan di saat-saat seperti ini, sumber kekuatan saya hanya keyakinan pada Sang Maha Pemberi Hidup serta dukungan dan doa dari keluarga saya tercinta, terutama mama.

----

Masih segar dalam ingatan saya ketika kecil.
Pagi menjelang, mama sudah asyik berkreasi di dapur, untuk memastikan anak-anaknya yang doyan makan ini tidak kelaparan. Menuju sekolah dengan hati riang dan perut kenyang, kami bertiga betul-betul menikmati masa kecil yang bahagia. Walaupun tas kami berat dengan buku-buku pelajaran dan jarak dari rumah ke sekolah kami cukup jauh (naik angkot ganti dua kali lho :) ), mama selalu mengingatkan kami untuk semangat. Berangkat pagi-pagi dan pulang siang menjelang sore tidak menyurutkan langkah kami menikmati masa sekolah yang penuh warna. Dan mama...selalu siap menyambut kami dengan senyum.

Seiring dengan perjalanan waktu, kami pun tumbuh besar. Sehat dan aktif, mungkin itu gambaran yang paling pas untuk kami bertiga, Indah, Ari, Ajay. Dengan segala aktivitas kami di sekolah dan di luar, rasanya waktu 24 jam kurang. Entah kenapa, mungkin karena memang sudah bawaan dari sana, kami bertiga adaaa aja kegiatannya. Mulai dari drumband, pramuka, sampai siaran di radio dan jadi MC plus DJ. Itu semua dimulai dari saat kami SD dan kami bertiga punya pengalaman yang sama, or at least pernah merasakan semua itu :). 

Heboh? pasti...
Sering pulang malam, keluar terus dengan teman-teman, belajar keteteran dan dicari orang rumah adalah menu sehari-hari. Almarhum papa selalu mengingatkan prioritas kami, yaitu sekolah dan belajar.  Tidak jarang hal ini membuat papa agak keras dengan kami dan sering menegur, apalagi saya yang notabene anak perempuan. Padahal boleh dibilang, saya yang waktu itu baru mulai merasakan serunya dunia radio dan MC, sering mendapat jam siaran maupun acara di malam hari. Belum lagi adik-adik laki-lakiku dengan segala kelakuan dan problemanya masing-masing. Sementara Mama, meskipun punya kekhawatiran yang sama,  tetap percaya dan selalu mendukung kegiatan kami. 

Duuuh, kalau ingat masa-masa 'muda' dulu, jadi malu sendiri karena sering membuat khawatir orang tua...

Makin dewasa, saya pun makin larut dengan kesibukan dan ritme hidup yang baru. Tapi satu hal yang tidak pernah lepas, doa dan dukungan mama.

Saya ingat banget, waktu mau ujian masuk PNS, sebelum masuk ke gedung tempat ujian pagi-pagi saya telpon mama dan minta doanya.  
Dua hari menjelang akad nikah dan saya belum sampai di rumah karena masih ada pekerjaan di kota lain, saya telpon dan minta doa mama supaya semua lancar. 
Menjelang kelahiran Bo dan Obi, yang dua-duanya jauh dari tanah air, saya selalu menelpon mama untuk minta maaf dan minta didoakan.
Setiap perjalanan tugas dan meninggalkan anak-anak dan keluarga, saya selalu telpon mama untuk minta doa agar semuanya lancar dan selamat.
Ketika dokter mengkonfirmasi saya menderita kanker, mama langsung mengirim doanya dan meminta saya kuat.
Menit menjelang masuk ruang operasi mastektomi beberapa waktu yang lalu, suara dan doa mama yang menenangkan saya.
Saat saya akan memulai kemoterapi dengan segala dampaknya, saya pun lagi-lagi menelpon mama dan mohon didoakan.
Ketika rambut saya rontok habis, saya menelpon mama untuk kembali minta doa agar dikuatkan
Jawaban mama selalu sama..."Iya teh, mama doain..." 
Seringkali terselip air mata dan suara mama yang tergugu saat mengucapkannya, namun senyum mama selalu ada.
Dan alhamdulillaaaah, banyak sudah doa mama yang telah dikabulkan oleh-Nya.

Tentu saja, banyak pula momen bahagia yang selalu saya bagi dan lewatkan bersama dengan mama. Apalagi selepas kepergian papa tercinta. Tak terlukiskan rasa ketika bisa menghabiskan waktu bersama mama dan mencoba membuatnya bahagia.
Tentu saja tidak mungkin kita bisa membalas semua yang sudah diberikan mama kepada kami selama ini. Semoga kami bisa menjadi anak yang bisa membahagiakan mama, di dunia dan akhirat nanti. Hanya pada-Nya, kami memohon agar Allah SWT  

Banyak pelajaran yang saya petik dari mama. 
Satu hal yang pasti, mama tidak pernah mengeluh, walaupun hidup tidak selalu penuh manis madu. Bukan sedikit tantangan yang mama hadapi dalam kehidupan keluarga kami, 
Mama bukan sosok yang cengeng, bahkan terkenal dengan kekerasan hati akan prinsip yang ia yakini benar. Riak kehidupan pun dijalani dengan keteguhan hati dan senyum, yang menjadi contoh bagi kami, anak-anaknya. Doa yang tak putus kepada-Nya menjadi bekal dalam setiap langkah kami. 

Semua karena cinta tanpa syarat dan hatinya yang seluas samudera, untuk kami anak-anaknya.
picture is taken from here

Malam itu, segera saya angkat telpon...
Kondisi badan yang drop tidak mengurangi semangat saya untuk menuntaskan rindu.
Pada satu nama yang akan selalu siap menanti di ujung sana.
Penuh doa dan cinta...
Mama.

Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Hati Ibu Seluas Samudera




35 comments:

  1. Pagi2 nangis krn baca ini Mak. Ibu selalu mencintai dgn tulus ya. Oia smg Mak Indah dan kelg selalu sehat ya di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aduuuh...bukan maksud hati bikin sediiiih...tapi aku memang kangen mama..selalu :)

      Delete
  2. Replies
    1. mba Donnaaaaa....apa kabaaar :)...makasiiiih ya sudah mampir..

      Delete
  3. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan : Hati Ibu Seluas Samudera
    Segera didaftar
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  4. Sahabat tercinta,
    Saya mengucapkan terima kasih kepada para sahabat yang telah mengikuti Kontes Unggulan Hati Ibu Seluas Samudera di BlogCamp. Setelah membaca artikel peserta saya bermaksud menerbitkan seluruh artikel peserta menjadi buku.

    Untuk melengkapi naskah buku tersebut saya mohon bantuan sahabat untuk

    1. Mengirimkan profil Anda dalam bentuk narasi satu paragraf saja. Profil dapat dikirim melalui inbox di Facebook saya atau via email.
    2. Memberikan ijin kepada saya untuk mengumpulkan artikel peserta dan menerbitkannya menjadi buku. Cek email dari saya tentang permintaan ijin ini dan silahkan dibalas.
    3. Bergabung dengan Grup Penulis Naskah Buku Hati Ibu Seluas Samudera di Facebook. (https://www.facebook.com/groups/669571076492059/)

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  5. Duh kebayang deh mbak indah nulisnya sambil berderai air mata..yg baca ikut ketularan :(
    Memang ga ada yg bisa ngalahin cinta n doa ibu ya mbak :)

    ReplyDelete
  6. mamak emang selalu bisa membuat kita tegar seperti ini..salut ama mamaknya mak indah :) jadinya kangen emak dikampung,,,hiks

    ReplyDelete
  7. liat fotonya semua gembira dan terlihat bahagia yaa

    ReplyDelete
  8. Mama memang luar biasa, ya mak ^^
    gak kerasa aku meneteskan air mata membaca postingan ini...

    ReplyDelete
  9. huhuhu,,sukses bikin leleh nih mbak.... :(

    ReplyDelete
  10. Mama sama mbak sama2 orang hebat yaa, semangat yaa mbak indah, semoga lancar kemo nya sampai selesai :D
    kecup peluk mbak indah, bo et obi :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasiiiih niaaar :)....salam kangeeen jugaaaa yaaa

      Delete
  11. Excellent family photo, beautiful!

    ReplyDelete
  12. Semoga teh Indah juga bisa setangguh Mama.. ikutan panggil teteh juga deh kayak Mama..

    semoga berjaya ya mbak.. eh teh

    ReplyDelete
  13. Salam hormat untuk Mama yang memiliki hati seluas samudera.
    Semoga Mama, mbak Indah sekeluarga selalu diberikan kesehatan, kekuatan serta kelapangan rezeki.
    Don't 4get to pray today .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mas...aamiiin amiiiin....Will always remember :)

      Delete
  14. wah keluarga mbak begitu hangat ya sehingga mbak begitu merindukannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, alhamdulillah banget punya keluarga yang hangat dan seruuu :)

      Delete
  15. senyum mama seperti senyum Mak Indah. Selalu terlihat ceria :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya maak...baru sadar setelah liat...mirip hehehe :)

      Delete
  16. Ngebayangin mba Indah yg lagi berjuang, mudah2an doa ibu menjadi penyemangat sembuhnya ya mba..

    ReplyDelete
  17. Mewek abis, Mbaaaak.. :'(
    You're so inspiring..

    ReplyDelete
  18. Terharu membacanya. Kalau sedang sakit yang paling saya ingat juga ibu. Sungkem buat ibu ya. Sehebat emak pastilah punya ibu yang hebat juga :)

    ReplyDelete

Soooo happy to have you all here :D....
Thanks for visiting my blog and feel free to comment but all direct links will be deleted.

Link hidup akan langsung saya hapus ya.

Enjoy!