One Billion Rising Indonesia 2014: Break the chain!

Last Friday, I had a great time in National Monument Park or Monas!
Hope this piece is not that late but I still love to share it here btw...

Fun indeed, as it was the yearly event of One Billion Rising...

Have you heard of this before? Some might have, some don't..


women are not properties!


One Billion Rising is the voluntary movement to raise awareness toward eliminating violence against women. 
Voluntarily, every year, para relawan dan mereka yang peduli dengan penghapusan tindak kekerasan terhadap perempuan berkumpul di satu tempat yang disepakati. Bersama menunjukkan kepada dunia bahwa kekerasan terhadap perempuan harus segera dihentikan.




Kekerasan terhadap perempuan sendiri memang bukan isu baru, namun sayangnya fenomena ini masih marak terjadi di mana-mana dan tidak heran kalau keprihatinan pun telah lama direfleksikan dalam berbagai aksi nyata, termasuk OBR.

Kekerasan terhadap perempuan sendiri telah dijabarkan dengan jelas dalam pasal 1 Declaration on the Elimination of Violence against Women, as quoted here:

"Violence against women" means any act of gender-based violence that results in, or is likely to result in, physical, sexual or psychological harm or suffering to women, including threats of such acts, coercion or arbitrary deprivation of liberty, whether occurring in public or in private life.” Art. 1

poster keren ini siapa yang buat yaaa...
Dari begitu banyak bentuk kekerasan terhadap perempuan, kekerasan seksual adalah salah satunya bentuk terburuknya. Perkosaan, intimidasi seksual, pelecehan seksual, prostitusi paksa hingga perdagangan perempuan adalah contoh kekerasan seksual dari 15 kategori yang dilangsir oleh Komnas Perempuan.  

Kumpulan Catatan tahunan Komnas Perempuan juga menyebutkan bahwa “dalam waktu tiga belas tahun terakhir kasus kekerasan  seksual berjumlah hampir seperempat dari seluruh total kasus kekerasan, atau 93.960 kasus  dari seluruh kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan (400.939). Artinya  setiap hari 20 perempuan menjadi korban kekerasan seksual.” 

Globally, it  even has a bleaker picture :(.

As you see, the degrading effects of VaW go beyond mere physical, psychological or social condition of those who fall as victims, which unfortunately claim many in numbers. 


So, we gotta stop it and we gotta stop it NOW!.

And that’s why here in Indonesia and in many parts of the world, people raise the voices and ‘move’ together. What’s unique from this movement is the way we express our supports to all efforts aiming at eliminating violence against women through dancing! Yup, danciiing…how I love thaaat!

And special theme for 2014 is right to justice! 




Kampanye kali ini juga ditujukan untuk memberikan dukungan kepada para korban, agar mereka berani melaporkan tindak kekerasan yang terjadi pada mereka sehingga pelakunya bisa dihukum setimpal. Dan semua bisa berpartisipasi....jika tidak bisa ikutan langsung hadir, karyamu pun bisa menyemarakkan kampanye ini, seperti poster-poster di atas...

Thanks to Mak Pungky Prayitno et Mak Alaika Abdullah yang mengingatkan saya akan kegiatan ini. Well, sebenernya sih Mak Pungky nitip liatin poster hasil karyanya mejeeeng ngg di Monas, hehehe…walaupun orangnya sedang ngupil cantik di Purwokerto hehehehe…Tapi beneran, posternya jeng Pungky kereeeee sangat memang :).

poster juara mak Pungky :D...


Btw, tahun ini, acara diselenggarakan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), tepatnya di sisi barat. Berhubung acara dijadwalkan pukul 2 siang hingga 5 sore, saya sempet maju mundur untuk hadir karena jamnya masih terhitung jam kantor. Padahal acaranya kereeen lhooo…mulai dari latihan flashmob One Billion Rising, penampilan istimewa Opi Andaresta, belly dancing , dan masiiih banyak lagi.

Tapi setelah melihat workload kantor yang tidak terlalu heavy dan bisa dititipkan ke teman #jangandicontohya, akhirnya saya pun capcuuuus ke Monas. Berhubung dekeeeet dari kantor, jalan kaki deeeh kita, walaupun matahari sedang cantik-cantiknya.

sangking panasnya sampe gelaaap...


Ternyata, karena masuk dari pintu selatan, pintu barat jauh pemirsaaaa….perasaan udah jalan 15 menit kok ngg sampe-sampe :D. Dan lapangan terbuka yang rasanya panaaas ajaaah kaya oven sukses meluluhkan diriku #tsaaah. Setelah lumayan jalan cepat biar cepet sampe, sayup-sayup saya mendengar musik riang dan suara MC yang memanggil-manggil. Oooh, sepertinya saya sudah (hampir) telat…Dan bener aja, sekitar 100 meter lagi tiba di tekapeeeh, musik pun sudah diputar dan fashmob OBR pun dimulaiiii…Baiklaaaah, batinku, yang mulai lari-lari mendekat sambil nari-nari kecil (kalau besar kayak apa yooo ). Untung juga udah sempet ngintip di YouTube sebelumnya jadi ngg buta-buta amaaat walaupun ngg lancar.



Tiba di tekape ngos-ngosan, saya langsung gabung jejingkaran dengan mereka-mereka yang sudah dateng duluan. Berhubung flashmobnya ngg terlalu panjang, jadinya diulang 2 kali deeeh, walaupun buatku masih belum cukup hehehehe. Sangking serunya ngedance, sampai ngg sempet tengok kanan-kiri lagiiii or kenalan dengan teman-teman baru itu. Setelah selesai baru deeeh ngobrol-ngobrol lucu dengan dua cewek muda (dibandingkan dengan diriku J ) yang ikutan acara hari itu setelah mengecek twitter di @OBR_Indonesia .






Beberapa teman lain yang bergabung rata-rata datang bersama komunitasnya, keliatan dari kaos seragam yang mereka pakaian. Mungkin tahun depan lebih banyak teman-teman yng bisa bergabung. Aku sendiri komplit dengan seragam dress batikku dan tas Buna orange karena langsung dari kantor, yang ternyata nyaman juga untuk dipakai jejingkrakan.

semangaaaaat.....

Selesai ngobrol-ngobrol cantik sana-sini, saya pun ngg mau ketinggalan menulis pesan dan kesan, plus our thoughts on the elimination of violence against women.  Beragam yang ditulis teman-teman yag hadir, termasuk saya, seperti yang bisa dilihat di foto ini.





Dan setelah break sebentar, sesi belly dancing alias tari perut pun dimulai. Aaaah, sesi ini seru bingit singit #apasiiih. Sama serunya dengan fashmob sebelumnya.

come one everyone...let's danceee....

hip ke kanan, hip ke kiri...

everyone is having fuuuun...



Yang pasti, semua yang berpartisipasi kembali saling mengingatkan bahwa kita semua bisa menghentikan kekerasan terhadap perempua, So, semoga perhelatan tahun ini bisa kembali membuka mata dan hati semua, baik perempuan dan laki-laki akan pentingnya untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Masih banyak PR untuk kita semua guna mewujudkannya. 

For sure, nothing funny is coming out of it! Break the chain of silence!
So again, we got stop it and we gotta stop it now!


References:
http://www.komnasperempuan.or.id/
http://www.onebillionrising.org/
http://www.onebillionrisingindonesia.org/2014/02/rise-for-justice/


12 comments:

  1. wah,mbk indah jadi ke monas ya...seru bangetttt acaranya,pesan lewat posternya juga nyampe,punya mbk pungky keren juga,eh mbk al juga ikutan to...meluncur ah.... :D

    ReplyDelete
  2. jadi mak Hanna....puanaaas tapi seruuuuu :D....

    ReplyDelete
  3. Wooww...posternya mak pungky keren :)

    ReplyDelete
  4. Mantaaaaaaaaaaaapppp... bikin siriknya total banget euuuuh :(((

    ReplyDelete
  5. Ngebayangin jejingkrakan Mak Indah pakai gaun batik itu :D

    ReplyDelete
  6. hebat, tetap semangat membela perempuan, walau matahari menyapa dengan teriknya.
    ^_^

    ReplyDelete
  7. Ya ampun pemimpin belly dancingnya ndut hihihiii *lospokus... Pungky hobinya ngupil ya? Eniwai, that's why I really admire at you. Sempeeeet gitu dg acara2 spt ini. You have lots of good deeds mak

    ReplyDelete
  8. Memprihatinkan sekali.
    Bangsa Indonesia yang berPancasila seharusnya menjadi contoh dalam hal kecintaan dan kasih sayangnya kepada sesama makhlouk Tuhan. Tapi faktanya tindak kekerasan masih terjadi secara sporadis di sana-sana.
    Hukum harus ditegakkan, kesadaran masyarakat dibidang hukum harus terus ditumbuhsuburkan.

    Terima kasih artikelnya

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  9. Acara nya keren pisaann... Potter Pungky jg keren bgt n penulis postingan jg ga kalah keren krn mdh nyenpetin datang, jln kaki pula. :)
    Stop violance against women. Stand up for ur rights women!!!

    ReplyDelete
  10. Setuju perempuan bukanlah properti, tapi tidak sedikit perempuan yang ingin diperlakukan seperti properti.
    Btw, saya paling takut berkunujung di blog ini, soalnya ada bahasa londonya....susah komennya..

    ReplyDelete
  11. walaupun panas, wajahnya mbak indah teteap ceria

    ReplyDelete
  12. poster2nya keren sekali.. pesan yang disampaikan melalui acara ini juga keren.. Break The Chain!!

    ReplyDelete

Soooo happy to have you all here :D....
Thanks for visiting my blog and feel free to comment but all direct links will be deleted.

Link hidup akan langsung saya hapus ya.

Enjoy!