Mari Gapai Asa ......

"Apa sih arti kebanggaan buat elo?"

Ahhh...

Nonton CineUs Book Trailer membuat saya termenung...

"Kenapa ngga kejer impian elo dari sekarang""


Pertanyaan yang sederhana namun menggelitik ini  langsung membuat angan saya melayang jauuuuuh....

Jauuuuh ke tahun 2002..saat saya memulai perjuangan saya, entah yang keberapa, untuk menggapai asa...

Senyum saya pun mengembang lebar, saat lembaran-lembaran kejadian manis, pahit, menyedihkan namun juga membanggakan, melintas di kepala seperti potongan-potongan film kehidupan...

Melihat thriller keren dari CineUs, saya teringat dengan cerita diri...

Entah apa yang mendorong saya melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil, yang akrab disebut PNS, setelah nyaman bekerja di perusahaan swasta asing untuk sekian tahun.

Iya, PNS...yang katanya identik dengan cap pekerja pemalas. or datang, duduk, ngopi, pulang (masaaa sih...), rajin ngg rajin sama saja, atau mengandalkan gaji buta dan pensiun. Walaupun tentu saja penilaian ini bisa jadi subyektif.

Sebenarnya, cita-cita saya bukan menjadi PNS...tapi jadi diplomat :D...

Sejak SD, saya ingat kalau kolom cita-cita  yang ada di buku rapor, buku penghubung atau buku kenang-kenangan selalu saya isi dengan 'diplomat'. Meskipun tentu saja saat itu saya belum mengerti seperti apa pekerjaan menjadi diplomat itu.

Cita-cita ini ternyata berlanjut seiring dengan meningkatnya jenjang pendidikan yang saya lalui. Ada satu masa di mana saya berpikir bahwa jadi diplomat pasti enak, karena jalan-jalan ke luar negeri terus, bertemu dengan banyak orang asing, fasih berbahasa asing, pakai jas resmi terus kemana-mana. Pokoknya keren! Naif ya kedengarannya :)... jangan salahkan saya anak SMA di daerah yang tidak punya informasi lengkap mengenai hal ini :D....

Tapi hidup memang penuh dengan rahasia.
Lahir dari pasangan orang tua yang menikah di usia belia, hidup kami penuh dengan riak dan gelombang, termasuk untuk urusan rezeki. Tapi justru karena itu, kami sekeluarga tumbuh menjadi pribadi yang ulet, termasuk dalam mencari uang saku.

Karena sejak SMA aktif dengan kegiatan kesenian, saya malah asyik ngeband dengan teman-teman dan menjadi penyiar radio. Kuliah pun mengambil jurusan akuntansi, karena (katanya) lebih mudah mencari pekerjaan dan banyak dicari. Bukannya mengambil jurusan Hubungan Internasional atau jurusan sosial lain yang dekat dengan dunia diplomasi. Hanya bahasa asing yang mungkin terus saya tekuni, khususnya bahasa Inggris dan Perancis. Itu pun lagi-lagi karena (katanya) bisa menunjang karir dan cepat mendapat pekerjaan.

Asyik di radio, saya pun punya banyak side jobs yang seru dan menyenangkan, termasuk meliput berbagai acara off air dan konser, menjadi MC di sana sini, bahkan menjadi MC tetap untuk segala acara di salah satu hotel bintang 4 di Lampung kala itu, Saya pun mengajar bahasa Inggris di salah satu tempat kursus berafiliasi dengan jam mengajar yang lumayan banyak. Terakhir, semua pekerjaan itu saya lakukan sebagai sambilan karena saya diterima di salah satu perusahaan heavy manufacturing swasta asing asal Korea di Lampung dengan posisi dan gaji yang lumayan banget.

Pokoknya, saat itu orientasinya kerja, kerja dan kerja...supaya bisa punya uang sendiri.  Lupa sudah dengan cita-cita menjadi diplomat yang dulu saya toreh di buku kenang-kenangan.

Namun, lagi-lagi....garis tangan memang sudah ditetapkan oleh Yang Kuasa. No doubt about it! Jalan berliku yang saya lalui ternyata akhirnya membawa saya kembali ke 'jalan yang benar' setelah Departemen Luar Negeri atau Deplu membuka lowongan untuk Pejabat Dinas Luar Negeri (PDLN) yang tak lain dan tak bukan adalah diplomat.

Saat saya mendaftar menjadi PNS Deplu, saya ingat pertanyaan almarhum Papa. "Kamu yakin mau jadi PNS? apa sih yang kamu cari...pekerjaan sekarang kan sudah enak..." Nada yang sama juga dilontarkan oleh Rudi, calon suami saya saat itu (eheeem :D) dan teman-teman sekantor.

Kenapa?
Pertanyaan yang sama juga saya lontarkan ke diri sendiri.
Kenapa saya bertekad meninggalkan my comfort zone?
Kenapa saya justru memilih untuk mencoba sesuatu yang baru, di saat orang justru berebut mendapat posisi dan pekerjaan saya?
Apakah saya tidak BANGGA dengan pekerjaan saya sekarang?
Apa saya tidak bersyukur dengan segala kemudahan yang telah diberikan-Nya?

Ternyata, dialog saya dengan diri sendiri membuat saya sadar bahwa this is not what I've been planning for my life...

Banyak ganjalan di hati saat mengingat banyak hal terkait pekerjaan saya sekarang. Saya merasa seperti robot, yang hanya kerja, kerja dan kerja! So much for creativity, bye bye to Apalagi bukan rahasia kalau posisi puncak di perusahaan asing didominasi oleh tenaga kerja asing asal negara mereka sendiri. I missed my passionate life terribly... And I am not proud about it at all :(...

This is not my DREAM...

Dan dengan berbekal bismillahirahmanirahim, doa dan dukungan orang tua dan orang-orang terdekat (akhirnya), saya pun mantap mendaftar ke Deplu, mencoba mewujudkan cita-cita saya menjadi diplomat!

Saya ingat, tidak kurang dari enam kali saringan tes yang harus saya lalui untuk bisa diterima sebagai CPNS Deplu (waktu itu nomenklatur masih Departemen, belum Kementerian seperti sekarang). Setelah saringan pertama melalui kelengkapan dokumen, saya harus menjalani tes tertulis dalam bahasa asing yang saya pilih. Saya ingat, saya berangkat ngeteng naik bis dari Lampung, lanjut dengan kapal feri ke Merak dan bus lagi ke Jakarta, ditemani 2 adik laki-laki saya. Sepanjang perjalanan, saya sukses tidur karena kecapekan :D..

Usai ujian tertulis pertama yang bertempat di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta bersama ribuan kandidat lainnya, saya lolos untuk tes psikologi, 2 minggu kemudian kalau tidak salah. Kembali ke Jakarta, saya pun kembali jalani tes, plus wawancara psikologi dan focus group discussion dengan isu-isu internasional yang asing untuk saya! Belum lagi persaingan yang makin terasa dari kandidat lain yang rata-rata lulusan universitas negeri ternama di Indonesia, dan bahkan universitas luar negeri. Jiper juga melihat teman-teman yang sepertinya punya banyak pengalaman :)...

Dengan semangat yang membara (kayak kompor aja :D...), saya ikuti semua proses seleksi. Hingga di tahap akhir, saat saya menghadapi wawancara substansi dengan panel yang terdiri dari mantan Duta Besar, akademisi ternama, dan pejabat struktural Deplu. Bukan proses yang mudah, karena banyak pertanyaan kritis yang diajukan, termasuk kenapa saya ingin jadi diplomat. Dan mengalirlah cerita impian masa kecilku..

Entah kenapa, saya begitu yakin bahwa saya bisa melalui ini semua...Saya merasa impian saya begitu dekat, within reach... Bahkan saya ternyata sangat menikmati proses seleksi ini, bertemu dengan banyak teman dan membuka wawasan baru. I think I have found my life! Tidak putus saya berdoa kepada Yang Kuasa, agar jika memang ini rezeki saya, agar dimudahkan

Dan Alhamdulillah, saya pun akhirnya diterima bersama 36 kandidat lainnya. Satu-satunya lulusan Universitas Lampung, satu-satunya yang berasal dari Pulau Sumatera :D...

Babak baru dalam kehidupan saya pun dimulai.

Pelatihan diplomatik yang mencerahkan di Jakarta dan magang di Perwakilan RI untuk Masyarakat Eropa (PRIME) di Brusells, Belgia turut menjadi bagian dari pelatihan awal saya. Bersama 17 rekan lainnya, saya pun mendapat pelatihan diplomatik lanjutan di Clingendael Institut, Den Haag, Belanda.

Kembali ke Jakarta, saya ditugaskan di Direktorat Diplomasi Publik. Sungguh dunia kerja yang menyenangkan. I enjoyed every moment of it! berinteraksi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan di dalam dan luar negeri terkait pelaksanaan diplomasi dan kebijakan luar negeri Indonesia. Betapa saya banyak menimba ilmu, belajar dari pengalaman dan menikmati persahabatan dengan mereka.

Tahun 2007, saya mendapat kesempatan untuk penempatan pertama. Saya ditugaskan di Perutusan Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Swiss. Tugas yang (lagi-lagi) penuh dengan tantangan. Apalagi saya menjadi bagian fungsi politik 2, yang menangani isu HAM, kemanusiaan dan isu sosial budaya  terkait lainnya.

Room XX of the Palais des Nations
Palais des Nations, markas PBB di Jenewa, sudah menjadi rumah ketiga, setelah apartemen dan kantor PTRI Jenewa :)..Isu HAM, yang merupakan ranah baru untuk saya saat itu, benar-benar memiliki dinamika yang luar biasa alias tidak ada habis-habisnyaaaa :D..Ada saja isu atau kejadian yang harus ditangani, sehingga hari-hari banyak saya habiskan di Room XX, Palais des Nations, tempat Dewan HAM PBB atau UN Human Rights Council bersidang.



Tentu saja, menjadi wakil Indonesia di forum internasional seperti ini memerlukan banyak persiapan, baik substansi dan non-substansi.

Selain aktif dalam berbagai sidang di forum multilateral yang resmi, saya dan suami (juga Bo dan Obi :D) selalu mencoba mempromosikan Indonesia di mata dunia dalam berbagai kesempatan, termasuk lewat grup angklung Le Sangkuriang yang berbasis di Jenewa.

Manggung bareng 
Bareng teman-teman 'seperjuangan' dari berbagai negara di Dewan HAM PBB :D..

Usai bertugas di Jenewa selama 3 tahun 7 bulan, saya kembali ke Jakarta dan kembali menangani isu HAM dan Kemanusiaan di bawah Ditjen Multilateral. Masih penuh dengan dinamika dan 'kejutan-kejutan, tapi saya jalani dengan penuh semangat.

Kalau ditanya banggakah saya dengan apa yang telah dicapai saat ini?
Jawabnya pasti YA... 

Bangga karena akhirnya bisa mencapai impian yang sudah dicita-citakan sejak kecil...
Bangga.menjadi seorang putri daerah yang bisa memperjuangkan kepentingan merah putih di berbagai forum...
Bangga saat kerja kerja yang kita lakukan, plus tentu saja ridho dari Yang Maha Kuasa, membuat kita bisa menjadi manusia yang berguna...

Dan tentu saja bangga karena mendapat kesempatan membaktikan diri dan memberikan kontribusi untuk tanah air tercinta ...

Apa arti kebanggaan ini buat saya?
Kebanggaan ini benar-benar menjadi semangat buat saya untuk terus berkarya dan berguna...
Kebanggaan ini membuat saya terus berusaha memberikan yang terbaik...
Kebanggaan ini harus menjadi amunisi untuk berbuat 'lebih' dan 'lebih'...

Semua ini ada di CineUs lhoooo....Inspiring, rite...D....

merah putih tercinta...


Saya sadar banget, bahwa apa yang saya lakukan masih belum seberapa dibandingkan dengan orang lain. Tapi saya yakin dan percaya kalau kebanggaan dalam diri bisa membantu kita menggapai asa dan impian untuk terus berkarya...

Bangga bukan berarti kita tenggelam dengan kesombongan diri atas segala keberhasilan yang dicapai...

So....If you see any thing in yourself which may make you feel so proud, look a little further.... and soon you will find enough to make you humble again...

Bahkan di saat semua orang menyampaikan apresiasi atas apa yang kita raih atau kita kerjakan, kebanggaan ini layaknya menjadi reminder bahwa kita bisa terus memperbaiki diri.

Kebanggaan  idealnya membuat kita makin pandai bersyukur kepada-Nya dan berjuang lebih keras lagi untuk terus menjadi manusia yang bermanfaat.


Perjuangan masih panjang and I am ready for it :D...

Doakan saya ya, teman-teman.....

***





33 comments:

  1. Wah komplit banget ulasannya.
    Semoga berjaya dalam GA
    Saya juga ikut lho
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Pakde Cholik..sudah berkenan mampir....mohon doa restu pakde, masih pemula banget dan masih banyak belajar...thanks again...

      Delete
  2. Kok nggak pernah ketemu ya padahal saya sering rapat di Deplu dan ikut menjadi Delri ke berbagai meeting di LN.

    Sering meeting dengan Pak Marty, pak Dian, dll.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakde Cholik, saya di Direktorat HAM dan Kemanusiaan, Ditjen Multilateral..lantai 7 Gedung BP 7...Sering meeting dengan Pak Marty untuk isu apa pak :D? Kalau pak Dian Triansyah Djani dulu Watap/Dubes saya d Jenewa...

      Delete
    2. Waktu itu Pak Marty masih Direktur, demikian pula pak Dian.

      Delete
    3. Punten baru mbales pakdheee.....mohon izin tugaaas euuuy...Wah berarti waktu itu aku masih di awang2 hehehe...akhir tahun 90an or 2000an mungkin ya Pakdhe..yang pasti, waktu aku join Kemlu 2002 Pak Dian Triansyah Djani masih Direktur :D...

      Delete
  3. Jeng, kolom komentar mbok di set ulang agar pengunjung dapat menampilkan url blognya.
    Sekedar saran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Pakde ...saya coba cek settingnya :p...moga2 bisa ya :D...

      Delete
    2. wkwkw...ria baca tulisan ini sambil ngebayangin suara mba indah lagi Nge-MC..ntar kalau nge-MC di kepresidenan ajak saya yah maen...buat poto ajah.wkwkkw

      Delete
    3. Hahahaha...Ria bisa ajaaa...secara kalau nge-MC pasti riweeeh :D...kecuali acara2 santai kayak di Solo yooo :D...

      Delete
  4. WOW!! Maak! Keren bangeeet! Saya bacanya juga sambil deg2an gimanaaa gitu. Ikutan bangga jadinya, enelan. :D
    Eh, dulu tahun 2009 saya pernah ikut ujian CPNS Kemenlu. Bisa ditebak hasilnya, NGGAK LULUS!!! Hahaha. Syusaaah banget sihhh. *ah, emang saya yg ga pinter* *keplak* *nunduk minder* -_-
    Ah, semoga menang ya Mak kontesnyaaa. Ini bener2 menginspirasi. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mama Nisaaaaa....makasih makasih makasih...alhamdulillah kalau suka....beneran masih suka ngga pede kalau ikutan GA..yang penting nulis aja dulu, ya ngga :D...makasih sudah 'datang' :D....

      Delete
  5. Menang atau tidak lombanya, you have a wonderful life mak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuuul mba Lusi...alhamdulillaaah...everybody has a wonderful life, sebenarnya...depends on how you see it :D..makasih sudah mampir yaaa...

      Delete
  6. seneng dan bangga bgt kl bs mendapatkan apa yg dicita2kan, ya. Keren pengalamannya, Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mama kenai...waaah...pagi-pagi sudah BW....makasih sudah mampir lhooo...iya mak, cerita perjuangan masa muda hehehe...pengalaman memang pelajaran paling berharga :D...

      Delete
  7. Replies
    1. Hai maaak...aduuh, moga2 merindingnya bukan karena blognya menakutkan yaa :D..salam kenaaal dan makasih sudah mampiiir....

      Delete
  8. aaahh terharu bacanya Mba Indah..jadi terpikir kembali tentang cita - cita aku sendiri, semoga masih bisa diwujudkan nantinya :')


    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiing...apa kabaaar...jalanteruuus nih :D...seruu yaaa hehehe...iya, pasti dirimu juga bisa wujudkan mimpi apapun ...asal semangaaaat terus :D>..thanks for reading it :D...

      Delete
  9. wauw... emang membagakan....

    sampai ke jenewa... :)

    SUKSES GA nya ya mbak... aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai maaaak....makasiiiih...alhamdulillah, perjuangan dan kesabaran itu selaluuuu dilihat oleh Yang Kuasa...penuh syukur untuk semuanya maaak....

      Delete
  10. Salam kenal mbak indah sang model blogcamp.kemarin saya mampir kesini tapi beluk meninggalkan jejak.
    Mbak aku belum pernah bikutan tes cpns ga terpikir bisa jadi diplomat dulu :) sukses selaluu untuk mbak indah ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal jugaaaa mama Cal-Vin...maaf maaf baru sempat bales...tugas yang cukup menyita energi baru aja selesai...iya mba, aku juga baru ngeh kalau tes CPNS kemlu sama dengan jadi PDLN atau diplomat :D...sukses juga yaa mbaaa...

      Delete
  11. Dari Blognya Pakde, jadi tau blognya Mba MC ABFI ya. :D
    Saya ikut ABFI duluuu.
    http://idahceris.com/wisata/loji-gandrung/

    Salam kenal ya, Mba Indah. . . :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbaaaa.....aduuuh bahagia sekali ketemuan dengan peserta ABFI yang seru-seru ituuuh hehehehe....salam kenal juga ya mbaaa.....makasih dah mampir...segera meluncur ke tkp jugaaa...

      Delete
  12. Hi Mba Indah...senang banget ya bisa melihat dunia di luar Indonesia.... Mba Indah selamat ya jadi modelnya blog Camp...hihiiii,

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba astiiiin....makasih dah mampir lhooo....aaah, jadi maluuu nih, bahagia banget dikasih kesempatan nangkring di blog camp...hihihi,,,

      Delete
  13. Perjuangan yang keren, Mbak. Saya bacanya kayak novel petualangan ^^b

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba Eviiii, makasih dah mau mampir :D...petualangan seru memang perlu dituli biar ngg lupa ya mbaaa...sukses dengan CineUs yaaa,,,,

      Delete
  14. mbak indah..pencapaian yang luar biasa menurut saya!!!! dan lagi mbak indah itu inspiring bgt!!!! doakan aku juga bisa sukses kayak mbak indah ya...hihihi *hug*

    ReplyDelete
  15. isinya sederhana namun penuh makna, setiap kata perkata asyk dibaca. gak berle alias berlebihan. sukses ya mba :)

    ReplyDelete
  16. Halo, mbak Indah.
    Saya mahasiswa HI yg punya mimpi jadi diplomat dan sekarang dalam masa galau-galau-gimanaaa-gitu ehehe.
    Saya diterima magang di Direktort Diplomasi Publik awal tahun depan. Semoga bisa memantapkan hati dan keinginan saya. Salam kenal. :)

    ReplyDelete

Soooo happy to have you all here :D....
Thanks for visiting my blog and feel free to comment but all direct links will be deleted.

Link hidup akan langsung saya hapus ya.

Enjoy!