Welcoming the holy month of Ramadhan is always such an emotional moment for me.
Ramadhan, one holy month, when the door of Jannah, heaven, is open and so is Allah SWT's forgiveness. The only thing we need to conquer is our biggest enemy, our own self.
Entah kenapa saya suka mendadak cengeng menyambut bulan suci Ramadhan.
Dada mendadak sesak karena bersyukur banget bisa bertemu lagi dengan bulan suci.
Juga rindu keluarga besar tercinta, terutama Mama.
Dan tanah air tersayang yang selalu penuh dengan cerita khas dan unik saat umat Muslim menjalankan ibadah wajib setiap tahunnya.
Kalau ingat betapa hidup penuh dengan misteri, di mana maut menjadi salah satu rahasia terbesar-Nya, kita memang tidak pernah tau kapan kita akan berjumpa lagi dengan bulan penuh berkah ini. Apalagi saya yang pernah dekat dengan maut saat mendapat pelajaran dari-Nya.
Karena itulah kesempatan untuk bisa lebih khusuk tundukkan kepala, perbanyak sujud, dan mohon ampunan-Nya tidak mau saya lewatkan begitu saja. Sebagai manusia biasa yang penuh alpa dan jauh dari sempurna, rasanya mendekatkan diri pada-Nya hanya di bulan suci ini pun tidak akan mampu menghapus dosa yang begitu bertumpuk. Tapi kita manusia, hamba-Nya, harus selalu berupaya untuk mengejar surga-Nya, untuk tunduk dan taat akan perintah-Nya. Yang pastinya akan membawa kebaikan baik di dunia maupun akhirat nantinya.
New York City dengan segala gemerlapnya bisa membuat siapa saja, termasuk saya, lupa akan hakikat hidup yang sebenarnya.
Betapa hidup ini hanya dari-Nya dan untuk-Nya.
Marhaban yaaa Ramadhan.
Bantu aku menjadi hamba-Nya yang lebih baik.
I can never thank my Rabb enough for the endless blessings bestowed upon me and my family all this year. Every day, since the first second we open our eyes and till the day ends.
So when we are once again given the special time to purify our hearts and souls, we should definitely take this chance.
To all my moslem family, brothers and sisters,
wishing you all a blessed and wonderful Ramadhan.














